DetikNews
Kamis 08 Desember 2016, 02:36 WIB

Gempa Aceh

Untuk Pemulihan Korban Gempa, Kemensos Kirim Tim Trauma Healing Ke Aceh

Haris Fadhil - detikNews
Untuk Pemulihan Korban Gempa, Kemensos Kirim Tim Trauma Healing Ke Aceh Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Kementerian Sosial Republik Indonesia akan mengirim tim trauma healing (penyembuhan trauma) pasca bencana untuk menangani korban gempa di Aceh. Tim trauma healing tersebut akan bertugas untuk membangun kembali mental para korban pasca gempa yang terjadi kemarin.

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan anak dan perempuan merupakan kelompok paling rentan mengalami trauma pasca bencana. Oleh sebab itu dia menganggap trauma healing sangat penting agar kepanikan bisa berkurang dan mempermudah proses penanggulangan gempa secara komprehensif.

"Pemerintah tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur pasca gempa, namun juga pemulihan psikologis korban. Jangan sampai mereka mengalami stres maupun depresi," ungkap Khofifah dalam keterangan tertulis Kemensos yang diterima detikcom, Kamis (8/12/2016).

Khofifah juga menambahkan, selain kejadian bencana gempa bumi itu sendiri, kondisi posko pengungsian yang minim fasilitas dan tidak ada hiburan cenderung membawa anak berada dalam keadaan depresi dan stres. Trauma healing yang dilakukan Kementerian Sosial akan berupa hiburan kepada korban, terutama anak-anak dan kepada korban berusia dewasa akan dilakukan konseling.

Dirinya juga menyatakan bahwa persiapan menghadapi bencana adalah hal penting untuk mengurangi trauma terjadi pasca bencana. "Jadi kesiapan menghadapi bencana jauh lebih penting dilakukan, agar tidak ada trauma berlebihan," tutur Khofifah.

Kementerian Sosial sendiri mendukung penyiapan logistik jika kondisi sudah dalam status tanggap darurat dan tidak lagi mampu ditangani daerah. Menurutnya dalam kondisi darurat, bupati/wali kota dapat mengeluarkan SK darurat sehingga dapat dikeluarkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga 100 ton, gubernur dapat mengeluarkan hingga 200 ton. Selebihnya jika CBP tersebut telah digunakan, maka di atas 200 ton dapat dikeluarkan oleh Mensos.

Seperti diketahui, Plt Gubernur Aceh telah mengeluarkan status tanggap darurat bencana untuk wilayahnya. Status ini berlaku selama 14 hari mulai 7-20 Desember 2016.


(HSF/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed