Tiga Tahanan Kabur Lagi, Tidak Ada Polisi yang Disalahkan
Kamis, 07 Apr 2005 14:59 WIB
Jakarta -
Lagi tahanan kabur terjadi. Setelah Polsek Bojong Gede, giliran 3 tahanan dari Polres Jakarta Timur yang melarikan diri. Atas kejadian yang kembali terulang itu Polda Metro Jaya membantah melakukan kelalaian. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Tjiptono menyatakan, polisi yang bertugas jaga di Polres Jakarta Timur telah melakukan pemeriksaan rutin terhadap tahanan setiap 1 jam sekali.Terakhir, jelasnya, polisi memeriksa sel tahanan pukul 03.20 WIB, Selasa (5/4/2005). Sedangkan tahanan kabur pada pukul 04.00 WIB. "Jadi tidak ada unsur kelalaian dan tidak ada yang dipersalahkan dalam kasus ini," kata Tjiptono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Kamis (7/4/2005).Petugas, lanjut Tjiptono juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung. Polisi tidak menemukan gergaji pada pengunjung sel yang menjenguk pada Selasa itu. Polda menduga gergaji yang digunakan 3 tahanan untuk memotong jeruji sel dilemparkan dari lubang angin sel."Diduga gergaji dilempar dari lubang angin melalui bantuan rang lain. Jeruji tersebut dapat dipotong kurang lebih dalam 15 menit," jelas Tjiptono. Motif 3 tahanan Polres Jaktim kabur yakni takut akan dipindah ke LP Cipinang. Dijelaskan Tjiptono, ancaman hukumam terhadap ketiganya paling lama 6 bulan. "Mereka hanya ketakutan karena mau dipindahkan ke LP Cipinang," katanya.Pihak keluarga, kata Kabid Humas, sangat menyayangkan perbuatan ketiga tahanan itu. Keluarga akan ikut mencari serta memberi tahu alamat keluarga dan saudara para tahanan kepada polisi.Tiga tahanan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jakarta Timur kabur, Selasa (5/4/2005) dini hari lalu. Ketiganya merupakan tahanan dalam kasus kecelakaan lalu lintas. Mereka yakni Ruswandi (35), warga Pisangan Lama, Pulo Gadung, Erwando (31), warga Kampung Tengah Kramat Jati dan Janmawahir Silaban (49), warga perumahan Bekasi Permai. Ketiganya kabur dengan cara menggergaji jeruji sel.
(iy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































