Bartender Bar Kenali Adiguna Sebagai Penembak Rudy Notong

Bartender Bar Kenali Adiguna Sebagai Penembak Rudy Notong

- detikNews
Kamis, 07 Apr 2005 14:47 WIB
Jakarta - Saksi Cut Nina, bartender Bar Fluid Club Hotel Hilton Internasional, mengaku melihat orang yang memiliki ciri-ciri sama dengan Adiguna Sutowo sebagai pelaku penembakan terhadap pelayan bar Yohanes Brachman Hairudy Natong alias Rudy.Keterangan ini disampaikan Cut Nina saat menjadi saksi dalam persidangan atas terdakwa Adiguna Sutowo di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl. Gajah Mada, Jakarta, Kamis (7/4/2005), yang dipimpin ketua majelis hakim Lilik Mulyadi."Saya lihat penembak dari Rudy tapi tidak tahu namanya, yang saat itu sedang duduk di atas meja bar. Lelaki itu memakai kemeja warna putih dan agak gemuk," terang saksi yang dandanannya gaul itu. Cut Nina hadir di persidangan dengan baju selutut warna krem, celana panjang hitam, selendang hitam di pundak, dan rambut pendek yang dicat warna biru dan hijau. Sebelumnya ia bahkan memakai topi namun diminta dilepaskan oleh majelis hakim.Ketika ditanya anggota majelis hakim Mulyani apakah ciri-cirinya sama dengan terdakwa, saksi mengiyakannya. "Saya yakin cirinya sama dengan terdakwa," ujar wanita putih semampai berwajah cantik itu.Menurut saksi, ia menerima order dari terdakwa yang datang bersama perempuan cantik berbaju merah menjelang pukul 05.00 WIB. Pada saat itu perempuan yang kemudian diketahui bernama Tinul itu minta dibuatkan minuman vodka cruiser, tapi dijawab tidak ada. Akhirnya ia memesan lychee martini dan vodka tonic.Ketika memberikan minuman saksi melihat terdakwa duduk di atas meja bar. Kemudian ia mendengar ada ribut-ribut dan perempuan berbaju merah bilang 'sudah, sudah'. Namun kepada siapa kata-kata itu ditujujukan, kepada pria berbaju putih atau Rudy, saksi tidak tahu.Kemudian terdengar suara tembakan. Dan saksi yang berdiri di belakang Rudy tapi menghadap ke arah lain secara reflek menengok ke belakang dan melihat Rudy jatuh, dan melihatnya kejang-kejang serta ada noda darah. "Reflek saya lihat ke atas ke arah meja bar dan melihat laki-laki yang di atas meja bar masih mengacungkan pistol. Lalu langsung dimasukkan ke pinggang belakang. Kemudian saya lari ke belakang karena takut ada tembakan kedua. Tapi pada saat penembakan saya masih melihat ada perempuan berbaju merah masih ada di dekat terdakwa," terang saksi.Ketika ditanya tentang ekpresi pelaku, saksi mengatakan ekspresinya biasa saja. "Ekspresi penempak biasa dan dalam keadaan mabok. Matanya sayu dan wajah lesu," ujar saksi seraya menambahkan ia bisa membedakan orang mabok atau tidak. (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads