"Gubernur Aceh menetapkan status tanggap darurat bencana melalui surat Nomor 39/PER/2016. Masa tanggap darurat ini berlaku untuk tiga kabupaten yaitu Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen. Penetapan tanggap darurat diperlukan untuk memudahkan penanganan darurat dan kemudahan akses menggunakan potensi sumber daya yang ada," jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dari keterangan tertulis yang diterima detikcom pada Rabu (7/12/2016).
Menurut Sutopo, status tanggap darurat dikeluarkan oleh Pemprov Aceh selama 14 hari. Mulai hari ini, 7 Desember hingga 20 Desember mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagian korban luka-luka dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro Sigli. Pos dibuka di RSUD ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan korban yang dirawat," jelas Sutopo.
Kerusakan akibat dampak gempa tadi pagi diperkirakan dari data terakhir adalah 161 rumah rusak berat. Selain itu kerusakan juga terjadi pada 105 ruko di Pidie Jaya serta bangunan publik lain, seperti 14 masjid, satu sekolah dan satu kesehatan.
Sebanyak tiga eskavator dari tadi pagi telah dikerahkan di Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya dan beberapa alat berat telah dikerahkan untuk mencari korban yang tertimbun reruntuhan. BPBD setempat dibantu TNI, Polri, dinas-dinas terkait dan relawan terus melakukan pencarian serta evakuasi. Sekitar 740 personel TNI berada di lokasi terdampak untuk membantu aktivitas tanggap darurat.
BPBD sekitar memberikan dukungan personel untuk membantu tanggap darurat di Pidie Jaya. Tim medis juga telah dikerahkan untuk membantu penanganan korban. Berdasarkan keterangan yang diterima tim medis yang telah bergerak ke lokasi berasal dari RS Muhammadiyah Lhoksumawe dan RS Muhammadiyah Medan.
"Untuk membantu tenaga medis menangani korban gempa maka telah dikirim tenaga medis dan obat-obatan dari daerah-daerah sekitar Pidie Jaya," tutup Sutopo. (HSF/elz)











































