Sambil Minum Kopi, Rano Karno Dengar Curhat Warga Tangerang Soal Banjir

Sambil Minum Kopi, Rano Karno Dengar Curhat Warga Tangerang Soal Banjir

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 07 Des 2016 18:28 WIB
Sambil Minum Kopi, Rano Karno Dengar Curhat Warga Tangerang Soal Banjir
Calon gubernur Banten, Rano Karno berkampanye di Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten, Rabu (7/12/2016). Foto: Bahtiar Rifai-detikcom
Tangerang - Calon gubernur Banten, Rano Karno, hari ini berkampanye di Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. Rano mendengar cerita warga soal banjir yang kerap terjadi di kelurahan Larangan Utara.

Keluh kesah disimak Rano saat bertemu dengan warga dan ketua rukun warga (RW) setempat. Perbincangan Rano bersama warga berlangsung santai di warung kopi.

"Infrastruktur memprihatinkan, ada bantuan Rp 1 miliar setiap tahun tapi untuk 8 kelurahan, jadi sangat kecil. Karena ada cekungan, di sini kalau banjir sedada," kata Supriyadi kepada Rano Karno, Rabu (7/12/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keluhan ini menurut Supriyadi disampaikan saat musyawarah perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan. Namun hingga saat ini belum ada tindaklanjut yang dilakukan terhadap keluhan warga. Warga bahkan berswadaya melakukan peninggian jalan.

 Calon gubernur Banten, Rano Karno berkampanye di Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten, Rabu (7/12/2016)Foto: Bahtiar Rifai-detikcom
Calon gubernur Banten, Rano Karno berkampanye di Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten, Rabu (7/12/2016)


Mendengar keluhan itu, Rano mengatakan banjir memang jadi problem utama di Kota Tangerang. Secara geografis dan tata ruang, wilayah ini memang dilalui oleh 13 aliran sungai. Selain itu, sedimentasi yang bertahun-tahun juga menurutnya menjadi penyebab banjir.

"Kota Tangerang harus fokus pembangunannya, problemnya lebih kepada banjir karena dilewati 13 sungai," ujar Rano.

Rano yang juga calon petahana mengatakan, penanggulangan permasalahan banjir sudah disiapkan programnya seperti revitalisasi Sungai Cisadane.

Selain itu pemerintah daerah juga mengucurkan bantuan terkait bencana ke kabupaten dan kota yang nilainya mencapai Rp 550 miliar pada tahun 2017. Bantuan dari pemerintah provinsi itu menurutnya harus dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah setempat dalam menyelesaikan problem daerah.

"Setiap tahun bantuan ke kabupaten dan kota besar, hampir Rp 550 miliar, tentu problematika wilayah yang lebih tahu adalah pemimpin daerahnya," ujar Rano.


(bri/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini