BNPB Pastikan Tidak Ada Daerah Terisolir Akibat Gempa Aceh

BNPB Pastikan Tidak Ada Daerah Terisolir Akibat Gempa Aceh

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Rabu, 07 Des 2016 17:19 WIB
BNPB Pastikan Tidak Ada Daerah Terisolir Akibat Gempa Aceh
Jalan retak di Peurade, Panteraja, Pidie Jaya, Aceh akibat gempa, Rabu (7/12/2016). Foto: Agus Setyadi-detikcom
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada daerah yang terisolir akibat gempa Aceh. Penyaluran bantuan tetap bisa dilakukan meski sejumlah jalan retak setelah guncangan gempa 6,5 SR di Pidie Jaya.

"(Penyaluran bantuan) kendalanya tidak ada. Walau jalan retak-retak, tidak ada kondisi wilayah yang terisolir untuk pendistribusian bantuan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Jl Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (7/12/2016).

Menurut Sutopo hingga sore ini belum ada laporan mengenai adanya tanah longsor akibat guncangan gempa Aceh. "Tidak ada bukit yang longsor," tambah dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(Baca juga: Gempa 6,5 SR Sebabkan Jalan Retak di Peurade Pidie Jaya Aceh)

Saat ini tim gabungan dan relawan masih melakukan penanganan pasca gempa Aceh. Proses evakuasi korban yang diduga masih tertimbun puing reruntuhan masih dilakukan.

"Masih dalam penanganan. Kita penuhi baik dana, logistik, peralatan, dan kebutuhan lainnya. Provinsi terdekat sudah memback up walau tidak terdampak," kata Sutopo.

 Jalan retak di Peurade, Panteraja, Pidie Jaya, Aceh akibat gempa, Rabu (7/12/2016)Foto: Agus Setyadi-detikcom
Jalan retak di Peurade, Panteraja, Pidie Jaya, Aceh akibat gempa, Rabu (7/12/2016)


Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, korban meninggal dunia akibat gempa menjadi 53 orang. Korban luka berat tercatat sebanyak 73 orang.

Dalam jumpa pers siang tadi, BNPB merilis kerusakan bangunan di Pidie Jaya yakni 105 unit ruko roboh, 86 rumah rusak berat, 13 masjid roboh, 1 RSU rusak berat, beberapa tiang listrik dan sejumlah jalan retak.

Sedangkan kerusakan bangun di Bireuen tercatat 2 rumah roboh, 1 masjid roboh, 1 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Aziziyah roboh, 35 unit rumah rusak berat

(msl/fdn)


Berita Terkait