Menaker Soroti TKI Overstay di Korsel

Menaker Soroti TKI Overstay di Korsel

Prins David Saut - detikNews
Rabu, 07 Des 2016 16:14 WIB
Menaker Soroti TKI Overstay di Korsel
Foto: Prins David Saut/detikcom
Nusa Dua - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri melakukan pertemuan bilateral dengan Menaker Korea Selatan (Korsel) Lee Ki-Kweon. Hanif memperhatikan masalah overstayer dan perlindungan TKI di Korsel.

"Terima kasih atas kerjasama di bidang ketenagakerjaan yang selama ini terjalin dalam skema Employment Permit System (EPS) sejak tahun 2004," kata Hanif di sela-sela acara 16th Asia and Pacific Regional Meeting (APRM) of ILO di Nusa Dua, Bali, Rabu (7/12/2016).

Jumlah TKI dengan skema EPS tersebut mencapai 40.000 orang. Mereka bekerja di bidang manufaktur, konstruksi, agrikultur, perikanan dan jasa. Namun, data imigrasi Korsel menyebutkan ada 7.000 TKI di 2016 yang menjadi overstayer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang sebagian besar TKI tersebut dari sektor perikanan. Alasan melarikan diri adalah beban kerja yang terlalu berat, waktu kerja yang terlalu panjang, tidak ada waktu istirahat, upah yang sangat minim dan perlakuan kasar dari pengguna," ujar Hanif.

Pemerintah Indonesia juga telah melakukan upaya perbaikan untuk meningkatkan kompetensi TKI di bidang perikanan. Diharapkan program tersebut mampu mengurangi TKI overstay di Korsel.

"Indonesia meminta kepada Korsel untuk meningkatkan perlindungan memperbaiki kondisi kerja, pengaturan jam kerja, fasilitas, dan sebagainya bagi TKI di sektor perikanan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi jumlah TKI overstayer di Korsel," ujar Hanif.

"Untuk itu, perlu adanya pengaturan khusus mengenai mekanisme penempatan dan perlinsungan TKI di sektor perikanan," imbuhnya. (fdn/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads