detikNews
Rabu 07 Desember 2016, 14:59 WIB

Kronologi Insiden di Sabuga Bandung Versi Polisi

Baban Gandapurnama, Idham Kholid - detikNews
Kronologi Insiden di Sabuga Bandung Versi Polisi Foto: Kombes Rikwanto/ Idham detikcom
Jakarta - Polri membeberkan kronologi ormas keagamaan yang mendatangi dan meminta penyelenggaraan ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Gedung Sabuga, Bandung, dipindah. Polisi mengatakan tidak ada insiden pemukulan dan perusakan dalam kejadian itu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Kombes Rikwanto mengatakan acara kebaktian itu dilakukan dua kali. Yang pertama Selasa (6/12) sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Kebangkitan Kebangunan Rohani yang dipimpin Pendeta Steven Tong itu diikuti tidak sampai 100 jemaat.

"Pada kegiatan pertama berlangsung lancar, damai dan tidak ada insiden apapun," kata Rikwanto di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

Masalah mulai muncul ketika kebaktian kedua yang digelar pada pukul 19.00 WIB malam. Sekolompok massa yang mengatasnamakan Pembela Ahlussunnah dan Dewan Dakwah Indonesia dengan membawa sekitar 300 orang memprotes kegiatan itu.

Namun sebelum terjadi insiden, jajaran Polrestabes Bandung melakukan mediasi dengan pihak gereja dan pihak ormas.

"Hasil mediasi dicapai kesepakatan kegiatan kebaktian malam itu dihentikan karena ada beberapa syarat administratif yang belum dipenuhi dan sudah sepakat akan dilanjutkan di hari mendatang dengan syarat yang sudah lengkap," ujarnya.

"Untuk malam hari bukan dibubarkan tapi dihentikan karena tidak dipenuhinya beberapa syarat," sambungnya.

Rikwanto mengaku belum mendapat informasi syarat-syarat administrasi yang belum dipenuhi itu. Namun, ditegaskannya, tidak ada insiden pemukulan atau perusakan dalam kejadian itu.

"Dalam prosesnya tidak ada insiden, tak ada pukul-pukulan, pengerusakan, mereka sudah sepakat tidak ada permasalahan selanjutnya," ujarnya.

Kasubaghumas Polrestabes Bandung Kompol Reny Marthaliana menyatakan hal senada. Berikut kronologi acara kebaktian Natal di Gedung Sabuga yang tidak dilanjutkan versi polisi yang disampaikan Reny.

Selasa 6 Desember 2016

Pukul 07.30 WIB:
- Apel pratugas di Mapolrestabes yang dipimpin Kabagops Polrestabes Bandung

- Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Winarto bersama Kasat Intelkam dan Kasat Narkoba berkoordinasi dengan Kesbanglinmas Kota Bandung dan panitia KKR untuk mencari solusi terbaik

Pukul 10.00 WIB:
- Pasukan sudah insert di Sabuga, namun acara belum mulai, baru ada beberapa orang panitia. Sementara koordinasi masih terus berlanjut.

Pukul 11.00 WIB:
- Didapat informasi bahwa panitia sepakat akan melaksanakan KKR hanya untuk session pertama khusus untuk anak sekolah. Sedangkan session kedua dialihkan ke GII (Gereja Injil Indonesia), namun tidak disetujui oleh panitia lain. Akhirnya disepakati bahwa untuk seession kedua DITIADAKAN

Pukul 13.00 WIB:
- Datang sekitar 75 orang massa gabungan dari PAS dan DDI Bandung, melakukan orasi di depan jalan menuju Sabuga, situasi kondusif.

Pukul 14.00 WIB:
- Panitia naik ke tempat orasi menyampaikan kesepakatan bahwa pukul 15.00 WIB acara selesai dan akan membubarkan diri.

Pukul 15.30 WIB:
- Jemaah anak sekolah sudah bubar, namun panitia masih ada di lokasi, akhirnya dari ormas meminta untuk melihat langsung ke dalam gedung, dan disepakati dikasih waktu 30 menit untuk membereskan.

Pukul 17.00 WIB:
- Ormas datang lagi dan disepakati bahwa akan membubarkan diri, dan perwakilan ormas diminta untuk menjelaskan kepada pendeta Stephen Tong. Namun ketika perwakilan ormas menunggu kedatangan pendeta, dari dalam ruangan terdengar suara nyanyian kebaktian, sehingga perwakilan ormas meminta kegiatan dihentikan.

Pukul 17.30 WIB:
- Disepakati perwakilan ormas untuk bertemu Pendeta, namun masih koordinasi.

Pukul 18.30 WIB:
-Selesai salat magrib dilaksanakan pertemuan perwakilan ormas, Kapolrestabes, Dandim, panitia dengan pendeta.

Pukul 20.00 WIB:
- Diperoleh kesepakatan bahwa pendeta akan menjelaskan situasi kepada jemaah diberi waktu selama 10 menit. Namun dalam pelaksanaannya sampai 15 menit karena ditambah doa dan nyanyian, sehingga ormas meminta dihentikan. Kapolrestabes mengambil alih situasi dan menghentikan kegiatan.

Pukul 20.30 WIB:
- Kegiatan selesai dan jemaah maupun ormas berangsur membubarkan diri dengan tertib.


Sementara itu pihak panitia enggan memberikan komentar kepada wartawan berkaitan dengan persoalan tersebut. Ratusan umat Kristen yang sudah terlanjur datang, sempat melakukan doa bersama di area Gedung Sabuga. Pendeta Stephen Tong didaulat menyampaikan keterangan kepada jemaatnya.

Stephen meminta jemaatnya tetap tenang. "Nanti ada tim yang mempelajari. Jangan kecewa," ucap Stephen di lokasi pada Selasa malam tadi.
(fjp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com