"Saya tidak pesimis dengan pemerintahan Jokowi. Tapi ada sesuatu yang kurang radikal dan perlu dilakukan oleh Jokowi, salah satunya kurang menunjukkannya leadership dalam pemberantasan korupsi," ujar Refly dalam dialog media di Kantor Lembaga Administrasi Negara, Jl Veteran 10, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2016).
Menurut Refly, dalam pemberantasan korupsi Presiden Jokowi harus lebih banyak menyelesaikan kasus-kasus korupsi.
"Kalau penanganan kasus, secara kuantitas banyak kasus yang telah ditangani, tapi secara kualitas saya melihat baru beberapa kasus saja yang terselesaikan," ucap Refly.
Selain itu, Refly juga melihat banyak fenomena penting yang terjadi sepanjang tahun 2016. Namun yang paling membuatnya terkejut adalah fenomena yang terjadi di DPR.
"Tax amnesty menurut saya yang membuat suprise karena awalnya saya melihat itu ragu-ragu tapi akhirnya menjadi suatu hal yg trendi di masyarakat. Tapi untuk DPR ini yang menurut saya agak heran, bahkan mungkin ini pertama kalinya seorang pejabat mengundurkan diri lalu kembali lagi, bahkan memberhentikan Ketua DPR yang menggantikannya," jelas Refly. (adf/asp)











































