Thamrin Ely Ngaku Diteror Pengawal Amien Rais

Thamrin Ely Ngaku Diteror Pengawal Amien Rais

- detikNews
Kamis, 07 Apr 2005 13:09 WIB
Semarang - Thamrin Ely yang telah diberhentikan dari jabatan Ketua DPW PAN Maluku mengaku diteror oleh orang yang diyakininya sebagai pengawal Ketua Umum PAN Amien Rais. Dia juga mengaku telah mendaftar sebagai calon ketua umum PAN."Saya mengenali salah satunya bernama Rosihan yang merupakan pengawal Pak Amien. Sedangkan 4 orang lainnya mengelilingi saya sambil melotot dan meneriakkan saya sok demokrasi dan macam-macam, serta mengancam agar tidak lagi mengkritik Amien," ungkapnya.Hal itu disampaikan dia kepada wartawan saat ditemui di Hotel Patra Jasa jalan Sisingamangaraja Semarang, Kamis (7/4/2005), menjelang pembukaan Kongres II PAN.Dituturkan dia, kejadian bermula saat dirinya sedang duduk di lobi hotel yang merupakan tempat berlangsungnya Kongres II PAN itu siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB.Tiba-tiba dirinya didatangi Rosihan yang dikenalinya sebagai pengawal Amien dan 4 orang lainnya. Mereka menuding dirinya telah terlalu mengkritisi Amien."Padahal imam saja kalau kentut boleh kita tegur. Karena saya cinta kepada Pak Amien, maka saya kritik dia. Saya memang punya hak untuk itu. Atas kejadian ini saya merasa telah diintimidasi" tukas Thamrin.Thamrin telah diberhentikan dari Ketua DPW PAN Maluku karena pembelotannya dalam Pilpres 2004. Sejak putaran pertama, Thamrin tidak mendukung Amien, tetapi malah menjadi tim sukses SBY-Kalla.Thamrin juga menyerang Amien secara verbal saat mendeklarasikan diri maju dalam bursa pencalonan ketua umum PAN di Jakarta pada 25 Maret 2005. Thamrin menyebut Amien berlaku otoriter, one man show, dan membiarkan faksionalisme selama memimpin PAN. Thamrin juga menyatakan Amien sebagai pemimpin yang durhaka politik karena menyingkirkan tokoh dan pendiri partai.MendaftarThamrin mengaku telah mendaftar sebagai calon ketum PAN dan berkasnya telah dinyatakan lengkap. Dia juga mengaku akan segera melayangkan surat protes atas teror yang menimpa dirinya itu kepada Panitia Kongres dan kepada Amien secara langsung."Saya akan tetap maju sebagai calon dan saya akan menegur panitia dan Pak Amien atas kejadian ini," ujarnya tanpa merinci siapa saja yang menyaksikan kejadian tersebut.Mengenai pendaftaran dirinya sebagai calon ketum PAN, diakuinya sejauh ini belum tahu DPW dan DPD mana saja yang mendukung dirinya. Tapi dia memprotes ketentuan bahwa seorang calon ketum harus didukung setidaknya 3 DPW atau 30 DPD."Ketentuan itu tidak sesuai dengan tata tertib kita dan juga telah melanggar demokrasi. Masak dukung mendukung ditentukan sebelum kongres, kan ini tidak benar," tukas Thamrin. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads