Bahas Alwi & Ipul, Kiai Poros Langitan Temui Gus Dur

Bahas Alwi & Ipul, Kiai Poros Langitan Temui Gus Dur

- detikNews
Kamis, 07 Apr 2005 13:05 WIB
Jakarta - Kiai Poros Langitan menemui Gus Dur. Para kiai menyampaikan surat Kiai Langitan yang isinya meminta DPP PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) mengembalikan Alwi Shihab sebagai ketua umum DPP PKB dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai ketua DPP PKB. Kiai Poros Langitan ini diwakili oleh KH Ubaidillah Faqih (putera Kiai Langitan KH Abdullah faqih) dan KH Muhaiminan Gunardo (Parakan, Temanggung). Keduanya menemui Gus Dur, karena saat ini Gus Dur menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro DPP PKB. Pertemuan berlangsung di ruang Gus Dur di gedung PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (7/4/2005). Pertemuan dimulai pukul 11.00 WIB dan berakhir pukul 11.30 WIB.Saat bertemu Gus Dur, kedua kiai ini menyerahkan surat KH Abdullah Faqih, yang dikenal sebagai salah seorang kiai khos itu. Namun, pada awalnya, apa isi surat itu belum diketahui. KH Ubaidilllah dan Muhaiminan Gunardo juga tutup mulut soal isi surat. Keduanya juga tidak bersedia diwawancara seusai pertemuan itu. Keduanya hanya menyampaikan bahwa pihaknya hanya menyerahkan surat KH Abdullah Faqih kepada Gus Dur. Namun, akhirnya wartawan mendapat bocoran. Surat itu ternyata berisikan desakan kepada DPP PKB agar mengembalikan jabatan Alwi Shihab dan Saifullah Yusuf di DPP PKB. Sebelumnya, DPP PKB telah mencopot jabatan Alwi dan Gus Ipul di DPP PKB, dengan alasan keduanya masuk kabinet SBY. Surat KH Abdullah Faqih ini bertanggal 28 Maret 2005. Surat ditulis dengan huru Arab pegon. Surat ditujukan kepada Gus Dur sebagai Ketua Dewan Syuro DPP PKB. Di dalam surat dijelaskan bahwa sejumlah kisi telah melakukan pertemuan di Pondok Pesantren Langitan, Tuban pada 15 Maret 2005 pukul 15.00 WIB. Kiai yang hadir, KH Abdullah Faqih, KH Muhaiminan Gunardo, KH Abdurrahman Chudlory, KH Warson Munawir, KH Anwar Iskandar, dan KH Ahmad Mas Subadar. "Saya bersama para kiai mendesak DPP PKB mengembalikan fungsi dan tugas Alwi dan Saifullah Yusuf sebagaimana semula. Jika desakan saya dan para kiai mendapatkan perhatian dari DPP, maka kami meridloi jika kedua orang itu mencari keadilan dengan menempuh jalur hukum (somasi). Penjelasan saya dan sikap saya ini bukan rekayasa dari siapa pun. Pertemuan dan keputusan yang diambil dalam pertemuan itu murni keinginan para kiai sendiri, karena terpanggil dan bertaanggung jawab atas tegaknya kebenaran dan keadilan," tulis Abdullah Faqih dalam suratnya itu. (asy/)


Berita Terkait