Begini Penampakan 23 Bus Zhongtong yang Parkir di Tanjung Priok

Galang Aji Putro - detikNews
Rabu, 07 Des 2016 11:15 WIB
Foto: Galang/detikcom
Jakarta - Bus TransJakarta merek Zhongtong datang lagi ke Jakarta. Sebanyak 23 bus buatan pabrikan China itu terparkir di Pelabuhan Tanjung Priok.

Pantauan detikcom, Selasa (6/12/2016), bus-bus itu terparkir di Terminal Internasional PT Indonesia Kendaraan Terminal. Bus-bus itu berjejer rapi.

"Jumlahnya ada 23 unit, yang pesan itu PT Mobilindo Armada Cemerlang, diangkut pakai kapal CSCC Europe," kata Manajer Terminal Internasional PT Indonesia Kendaraan Terminal S Joko, di kantornya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (6/12/2016).

Begini Penampakan 23 Bus Zhongtong yang Parkir di Tanjung PriokFoto: Galang/detikcom

Terlihat jelas emblem tulisan "ZHONGTONG BUS" di bagian belakang bus warna biru langit dan putih itu. Model lampunya mirip seperti bus Zhongtong yang sudah beredar di Jakarta sejak beberapa waktu lalu.

Bus-bus yang datang ini adalah bus gandeng. Di bagian atas bus ada lampu kecil berwarna kuning. Bus-bus ini terlihat mulus.

Soal bus-bus ini, Plt Gubernur DKI Sumarsono mengatakan pihaknya tak melakukan pembelian tambahan bus Zhongtong. Bus-bus baru tersebut merupakan bagian dari perjanjian lama yang sempat tertunda.

"Setahu saya memang tidak ada bus baru. Kalau ada, itu bagian dari perjanjian lama, kadis lama, yang tertunda karena kasus hukum dan seterusnya," kata Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/12/2016).

Bus Zhongtong yang sudah beredar di jalanan JakartaFoto: Agung Pambudhy
Bus Zhongtong yang sudah beredar di jalanan Jakarta

Gubernur DKI nonaktif, Basuki T Purnama, mengatakan bus itu didatangkan karena telanjur terikat kontrak. Bus itu diizinkan datang terkait kontrak lama yang sudah dijalin oleh PPD.

"Itu bus lama yang ada di kontrak lama PPD, makanya kita izinkan. Kita toleransi saja, sudah telanjur kontrak. Nanti kita akan cek," kata Ahok seusai blusukan di Gang Teratai RT 02 RW 06, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2016). (tor/fjp)