KPU: Suasana Tertekan, Pilkada Perlu Ditinjau Kembali
Kamis, 07 Apr 2005 11:19 WIB
Jakarta - Waktu penyelenggaraan yang sangat singkat dan pendanaan yang minim membuat suasana tertekan bagi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), sehingga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung perlu ditinjau kembali."Pemerintah jangan salahkan KPUD kalau Pilkada tidak berjalan lancar. Saya merasa kasihan kepada KPUD yang terpaksa harus bekerja dalam suasana yang tertekan itu," tukas Ketua KPU Nazaruddin Syamsuddin.Hal itu disampaikan dia kepada wartawan usai acara workshop bertajuk "Ujuk tombak sukses Pilkada langsung" di Hotel Milenium jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat, Kamis (7/4/2005).Dituturkan Nazaruddin, Pilkada secara langsung masih banyak kekurangan dalam persiapannya. Untuk itu perlu peninjauan kembali tentang rencana pelaksanaan Pilkada."Perlunya penundaan Pilkada merupakan tuntutan praktis karena KPUD yang siap melakukan Pilkada sangat sedikit," katanya.Kalau Pilkada tetap dilakukan secara langsung pada waktu dekat ini, lanjut dia, sehingga akhirnya banyak menghasilkan kepala-kepala daerah yang tidak diharapkan alias tidak sukses, maka pemerintah jangan menyalahkan KPUD."Karena KPUD selama ini belum siap. Hal ini terlihat dari dua hal, yakni waktu penyelenggaraan yang sangat singkat dan pendanaan yang minim," jelas Nazaruddin.Indikasi ketidaksiapan penyelanggaraan Pilkada, tutur dia, dengan waktu yang sangat singkat tidak memungkinkan untuk melakukan pendataan calon pemilih dan sosialisasi tentang mekanisme Pilkada. Apalagi Pilkada merupakan sesuatu yang baru di negeri ini.Dia mencontohkan data pemilih di beberapa daerah dan di sebagian besar wilayah masih menggunakan data pemilih pada Pemilu Legislatif dan Pilpres. Padahal bisa saja sudah ada perubahan pada data tersebut, misalnya ada pemilih yang sudah pindah atau meninggal dunia.PembekalanSementara acara workshop diikuti KPUD dan KPU Wilayah seluruh Indonesia. Namun yang datang baru sekitar 40 dari ratusan utusan. Acara ini juga diikuti oleh lembaga donor seperti UNDP, USAID, dan lainnya.Direktur Eksekutif Center for Public Communication Djohermansyah Djohan berharap acara tersebut bisa memberikan bekal terhadap kapabilitas KPUD dalam menyelenggarakan Pilkada, sehingga tercapai cita-cita Pilkada secara demokratis, aman, dan sukses.Sedangkan Nazaruddin dalam sambutannya menuturkan, KPU akan membuat Pusat Pendidikan Pemilu yang berguna untuk menyebarkan pengetahuan pada masyarakat tentang Pemilu, dan seluk beluk tentang Pemilu.
(sss/)











































