Pembangkit Tenaga Nuklir AS Rawan akan Serangan Teroris
Kamis, 07 Apr 2005 11:15 WIB
Jakarta - Proyek pembangkit listrik tenaga nuklir di 31 negara bagian Amerika Serikat rawan akan serangan teroris. Jika terjadi aksi teroris, kolam penyimpanan bahan bakar pembangkit tersebut bisa menimbulkan kebakaran ganas dan radiasi mematikan.Demikian disampaikan para ilmuwan nuklir kepada pemerintah AS, seperti dilansir kantor berita Associated Press, Kamis (7/4/2005).Menurut kelompok pakar nuklir tersebut, baik pemerintah maupun industri nuklir "tidak sepenuhnya memahami kerawanan dan konsekuensi peristiwa tersebut." Para ilmuwan itu mengusulkan pemerintah untuk melakukan pemeriksaan keamanan penyimpanan bahan bakar di setiap pembangkit nuklir secepat mungkin. Sementara itu, para operator pembangkit harus segera mengkonfigurasi ulang batang bahan bakar terpakai di kolam-kolam penyimpanan guna menurunkan intensitas panas yang merusak dan memasang alat semprot untuk mengurangi risiko kebakaran jika fasilitas penyimpanan itu diserang.Demikian rekomendasi yang disampaikan para pakar yang tergabung dalam panel Akademi Sains Nasional. Akademi itu merupakan organisasi swasta yang dipakai Kongres AS untuk memberikan nasihat kepada pemerintah mengenai masalah-masalah ilmiah.Studi ini diperintahkan oleh Kongres AS di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa para teroris mungkin berusaha menargetkan pembangkit-pembangkit tenaga nuklir.Dari 68 pembangkit, termasuk beberapa yang telah ditutup, di 31 negara bagian AS, ribuan batang bahan bakar reaktor terpakai disimpan di kolam yang dalam.
(ita/)











































