"Sebagai hasil kerja nyata tahun 2016 ini, BNN bekerjasama dengan TNI, Polri, dan Bea Cukai, dan instansi terkait berhasil mengumpulkan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 990 kg, ganja sebanyak 3 ton 51 kg, dan ekstasi 616.534 butir," kata Budi Waseso dalam pemusnahan barang bukti narkoba di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (6/12/2016).
Selain itu, BNN juga menyita aset terkait perkara narkoba sebesar Rp 261.863.413.345. Dari 21 kasus yang ditangani, BNN juga melakukan pendalaman terkait tindak pidana pencucian uang dengan nilai transaksi Rp 3,6 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Barang bukti tersebut diperolah dari beberapa kasus ditangani BNN, Polri, dan Bea Cukai dengan jumlah tersangka 29 orang," imbuh Budi.
Presiden Jokowi sebelumnya mempertanyakan perbandingan jumlah pemakai dan pengedar yang mati karena barang haram tersebut. Jokowi ingin pemberantasan narkoba tetap digencarkan.
"Kalau kita lihat, 15 ribu generasi muda kita mati setiap tahun karena narkoba. Berapa pengedar dan bandar yang mati setiap tahunnya? Ini pertanyaan untuk Kepala BNN supaya dibandingkan," ujar Jokowi.
"Tolong ini diberikan garis bawah. Karena betul-betul melihat barang seperti ini kita harus sekali lagi menyatakan perang besar terhadap narkoba," sambung dia. (fdn/fdn)











































