Begini Cara Pemkot Semarang 'Sulap' Pemukiman Kumuh

Begini Cara Pemkot Semarang 'Sulap' Pemukiman Kumuh

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 06 Des 2016 13:49 WIB
Begini Cara Pemkot Semarang Sulap Pemukiman Kumuh
Salah satu Kampung Tematik di Kota Semarang yaitu Kampung Batik di Kecamatan Semarang Timur (Foto: Angling/detikcom)
Semarang - Pemukiman kumuh di Kota Semarang yang luas totalnya sekitar 416 hektar kini mulai berkurang. Salah satu cara Pemerintah Kota Semarang menanganinya yaitu dengan membuat program Kampung Tematik yang mengangkat ciri khas masing-masing kampung.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, program tersebut berkonsep Bergerak Bersama yaitu membuat warga ikut berpartisipasi membenahi Kota Semarang. Dengan anggaran Rp 200 juta per kampung, maka secara otomatis kampung tersebut akan produktif.

"Sejalan dengan program pemerintah pusat, kami akan buat permukiman kumuh di Kota Semarang yang tercatat 416 hektar menjadi zero, salah satunya dengan kampung tematik," kata Hendrar, Selasa (6/12/2016).
 Begini Cara Pemkot Semarang 'Sulap' Pemukiman KumuhFoto: Angling/detikcom

Pengembangan kampung tematik, lanjut Hendrar, juga diikuti perbaikan infrastruktur serta drainase termasuk mengajak warga menanam pohon atau tanaman lainnya. Jika lingkungan sudah siap, maka tema kampung akan dikembangkan sehingga bisa juga dijadikan destinasi wisata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi jalannya bagus, saluran drainase lancar kemudian warga dilibatkan membuat lingkungan menjadi hijau dengan menanam di rumah. Kalau tidak punya halaman bisa tanam pakai pot. Kalau masih alasan lagi, pakai kaleng cat. Yang penting semangat membuat hijau lingkungan. Baru setelah itu kita tambahkan konsep memberdayakan potensi dari kampung tersebut," terang Hendrar.

Saat ini setidaknya sudah ada 32 kelurahan dari 177 kelurahan di Kota Semarang yang menjalankan kampung tematik. Anggaran yang dikeluarkan tahun ini mencapai Rp 6,4 miliar melalui anggaran perubahan. Sedangkan tahun depan akan dianggarkan Rp 16 miliar dari APBD murni untuk 80 kelurahan.
 Begini Cara Pemkot Semarang 'Sulap' Pemukiman KumuhFoto: Angling/detikcom

Beberapa kampung tematik yang sebenarnya sudah ada sejak lama dan kini dibangkitkan kembali antara lain Kampung Batik di Kelurahan Rejomulyo, Kampung Jajan Pasar di Bangetayu Kulon, dan Kampung Sentra Bandeng di Kelurahan Tambakrejo. Sedangkan tema-tema baru antara lain Kampung Susu Perah di Kelurahan Gedawang, kemudian Kampung Anggrek di Kelurahan Mijen, dan Kampung Mangut di Kelurahan Mangunharjo.

"Jadi bukan hanya menyelesaikan masalah infrastruktur, tetapi juga menyelesaikan masalah ekonomi, dan lebih dari itu yang terpenting adalah mampu menggerakkan masyarakat untuk terlibat aktif," ucap Hendrar.

(alg/nwy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads