Siti Nurhaliza Diusulkan Jadi Dubes Malaysia untuk RI
Kamis, 07 Apr 2005 10:20 WIB
Jakarta - Siapa yang tak kenal Siti Nurhaliza? Wajah dan suara penyanyi cantik asal Malaysia itu kerap menghiasi stasiun-stasiun televisi dan radio Indonesia. Popularitas Siti di negeri tercinta ini rupanya mendapat sorotan pejabat-pejabat pemerintah Malaysia.Sejumlah petinggi Malaysia mengusulkan agar Siti diangkat menjadi Duta Besar (Dubes) Malaysia untuk RI. Ini diyakini bisa memperbaiki hubungan diplomatik kedua negara yang tengah dilanda isu sengketa Ambalat.Gagasan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Parlemen Kementerian Luar Negeri Malaysia, Datuk Zainal Abidin Osman, dalam menutup pidatonya di depan Dewan Rakyat. Menurut Zainal Abidin, Siti sangat dikagumi dan digambarkan sebagai "anugerah Tuhan" di Indonesia.Pejabat negeri Jiran itu juga menyinggung beberapa headlines surat kabar di Indonesia, yang salah satunya berbunyi: "Ganyang Malaysia, Tapi Selamatkan Siti Nurhaliza". Pejabat Malaysia lainnya, Hasni Mohammad juga mendukung penunjukkan Siti sebagai Dubes. Demikian seperti diberitakan kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Kamis (7/4/2005)."Malaysia selalu menggunakan pendekatan hubungan yang konstruktif dan dalam hal ini, mungkin Malaysia sebaiknya mengirimkan Siti Nurhaliza ke Indonesia. Jika Indonesia begitu mencintai Siti Nurhaliza, kita tunjuk dia sebagai Dubes untuk Indonesia," katanya.Zainal Abidin menegaskan bahwa konflik Ambalat harus diselesaikan secara damai mengingat masyarakat Indonesia umumnya juga mendukung upaya untuk menyelesaikan masalah itu lewat negosiasi."Ada kelompok-kelompok tertentu di Indonesia yang menyatakan kemarahan dan kebencian terhadap Malaysia, itu mungkin karena mereka punya agenda dan kepentingan mereka sendiri dalam menciptakan petaka dalam hubungan bilateral antara Malaysia dan Indonesia, namun jumlah mereka sedikit," tuturnya."Sebagian besar warga Indonesia menginginkan hubungan dekat dan persaudaraan antara Malaysia dan Indonesia dipertahankan dan tidak seharusnya terpengaruh oleh masalah-masalah seperti klaim di laut Sulawesi itu," tandasnya.
(ita/)











































