Kepada simpatisan, khususnya yang sering melakukan kampanye di media sosial, Ahok meminta untuk lebih mengedepankan soal adu gagasan antar pendukung pasangan calon dibanding saling serang dengan menggunakan berbagai macam isu. Terutama yang terkait dengan SARA.
"Kalau kita bicara jujur ya, selama satu bulan ini cuti (kampanye), ada enggak kita bertiga calon adu program? Enggak ada loh, jadi bukan lebih baik adu program, kita malah saling mem-bully, jelekin, naikin," ujar Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya cuma minta, tolong jangan nyerang-nyerang calon yang lain. Untuk apa diserang? Enggak usah nyerang yang lain deh. Untuk apa gitu loh," sambung mantan bupati Belitung Timur ini.
Selain itu, cagub nomor urut 2 itu juga meminta kepada relawannya untuk memiliki etika di media sosial selama masa kampanye. Ia berharap para relawan dan pendukung tidak terlalu memuji dirinya secara berlebihan yang menurutnya hal tersebut tidak baik.
"Terus juga enggak usah mempertahankan saya seolah-olah terlalu meng-glorifikasi kayak gitu juga jangan deh, apalagi pakai-pakai agama juga, saya minta tolong jangan deh," harap Ahok. (nkn/elz)











































