Polisi Tangkap Pencuri Motor Jamaah Saat Salat Subuh

Polisi Tangkap Pencuri Motor Jamaah Saat Salat Subuh

Tri Ispranoto - detikNews
Senin, 05 Des 2016 17:55 WIB
Polisi Tangkap Pencuri Motor Jamaah Saat Salat Subuh
Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Purwakarta - Tindak kejahatan bisa terjadi di mana saja, di masjid sekalipun. Sebuah motor Honda Beat hilang dicuri di halaman masjid.

Seorang warga, Momon Kardiman kehilangan sepeda motor di halaman Masjid Jami Nurul, Kampung Ciloajaya, Desa Cibening, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta.

Momon yang pada Jumat (21/10) lalu akan menjalankan ibadah salat Subuh memarkirkan kendaraan Honda Beat T 6915 CP miliknya di halaman masjid. Tanpa sepengetahuannya, motornya telah diincar oleh dua pencuri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Motor korban diambil oleh dua tersangka sekitar pukul 04.20 WIB. Pencuri membuka kontak motor dengan kunci leter T," kata Kapolres Purwakarta AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko, ketika dihubungi detikcom, Senin (5/12/2016).

Dari hasil penyelidikan, Satreskrim Polres Purwakarta membekuk salah seorang tersangka berinisial Wa (37) warga Kampung Karangtempel, RT 6 RW 2, Desa Cigugur Kaler, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang.

Selain mengamankan Wa, polisi juga menyita barang bukti berupa sebuah motor milik korban dan motor milik pelaku yang digunakan saat kejadian. Selain itu polisi juga menyita dudukan kunci later T berikut beberapa anak kuncinya. Sementara satu pelaku belum ditangkap.

"Tersangka kita jerat dengan pasal 363 KUHP mengenai pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukumannya tujuh tahun penjara," beber Truno.

Truno mengimbau masyarakat tetap waspada menjaga kendaraannya dimanapun dan kapanpun. Pasalnya pelaku kejahatan saat ini beraksi tidak mengenal waktu maupun tempat, termasuk modusnya semakin berkembang.

Saat ini pihaknya masih berburu terhadap satu tersangka lain yang beraksi bersama Wa saat kejadian. "Kita terus melakukan pengembangan dan tidak menutup kemungkinan pelaku bisa bertambah," kata Truno.

Di tempat yang sama Wa mengaku sengaja mengincar saat korban lengah. Salah satunya Momon yang saat kejadian tidak mengunci ganda kendaraannya sehingga dengan mudah bisa berpindah tangan dalam hitungan menit.

"Saya bawa motor sama teman. Teman saya yang bagian metik (mencuri), saya bagian yang bawa motor. Kita berdua dari Subang naik motor cari korban," ucap Wa.

Wa mengaku kapok dan tidak mau lagi mengulangi perbuatannya. Dia berkilah tindakannya saat itu khilaf dan terhimpit desakan ekonomi. Karena itu dia tak peduli siapa pemilik motor tersebut dan lokasi motor yang saat diparkir berada di lingkungan masjid. (nwy/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini