Aksi Mogok Makan Tolak BBM, Dua Mahasiswa UIN Kritis
Kamis, 07 Apr 2005 09:54 WIB
Jakarta - Dua peserta mogok makan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah saat ini kondisinya kritis. Aksi ini dilakukan untuk menolak kenaikan harga BBM. Pernyataan ini ditegaskan oleh Humas Komunitas Mahasiswa UUIN (KM UIN) Rachmat Sahid ketika hubungi detikcom, Jakarta, Kamis ((&/3/2005)."Dua rekan kami saat ini dalam kondisi kritis. Bila kondisinya makin parah, akan kita bawa ke rumah sakit terdekat. Mereka melakukan aksinya sejak kemarin," terang Rachmat.Menurut Rachmat aksi ini dilakukan untuk menolak kenaikan harga BBM serta bentuk solidaritas terhadap rekan mereka Bay Harkat Firdaus alias Jhonday kini ditahan di Polres Jakarta Selatan atas tuduhan pembakaran foto Presiden."Kami sampai saat ini menolak kenaikan harga BBM. Ini juga bentuk solidaritas kami untuk membebaskan Jhonday," tegas Rachmat tampak bersemangat.Aksi yang belum diketahui akan berakhir ini sempat mendapat pertentangan dari pihak keamanan kampus. Pasalnya, kemarin sore tenda tempat mahasiswa UIN melakukan aksi dirobohkan."Tenda kita dirobohkan satpam, alasannya karena aksi ini tidak mendapat ijin dari institusi kampus," sesal Rachmat.Dua mahasiswa UIN yang melakukan aksi ini adalah Gilang dan Yoga, keduanya mahasiswa Fakultas Usuluddin semester II. Aksi ini dilakukan tepat didepan gerbang utama kampus UIN, Ciputat.Dalam aksinya mereka juga membentangkan spanduk dan poster bertuliskan di spanduk diantaranya bertuliskan "Aksi Mogok Makan Menolak Kenaikan Harga BBM dan Bebaskan Kawan Kami","Turunkan harga BBM, atau SBY dan JK yang Kami Turunkan", "Bebaskan Kawan Kami", Jhonday Bukan Koruptor","Rakyat Menggugat, Turunkan Harga BBM".
(ism/)











































