"Kalau sekarang pendidik hanya diisi dosen. Nanti akan dilibatkan dari kalangan industri. Dosen yang mengajar juga wajib mengikuti sertifikasi," kata Nasir bicara upaya peningkatan pendidikan vokasi kepada wartawan usai membuka 2016 International Management Accounting Symposium 'The Frontiers of Accounting' di Graha Cakrawala di Kampus UNM, Senin (5/12/2016) pagi.
Nasir menjelaskan, sistem yang dijalankan akan memisahkan pendidikan vokasi dengan perguruan tinggi. "Jadi pengembangan reputasi perguruan tinggi dapat cepat tercapai," ujar Nasir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Muhammad Aminudin-detikcomMenristek Dikti M Nasir di Malang, Senin (5/12/2016) |
Sementara itu terkait acara yang dihadiri, Nasir menegaskan, pentingnya simposium berskala internasional digelar Institute of Certified Management Accountant (ICMA) Australia bekerja sama dengan ICMA Indonesia-Surabaya Chapter, dimana mampu mencetak akuntan manajemen handal.
Menurut Nasir, sistem birokrasi yang bobrok harus dibenahi salah satunya dengan mempekerjakan tenaga yang memiliki kemampuan akutansi manajemen untuk menghindari kesalahan atau korupsi.
"Korupsi masih tinggi, akuntan manajemen sangat diperlukan. Semoga simposium bekerja sama dengan Australia akan mampu melahirkan tenaga akuntan yang baik," ujarnya.
(fdn/fdn)











































Foto: Muhammad Aminudin-detikcom