Pengacara: Rachmawati akan Kooperatif Jalani Pemeriksaan

Pengacara: Rachmawati akan Kooperatif Jalani Pemeriksaan

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Senin, 05 Des 2016 13:40 WIB
Pengacara: Rachmawati akan Kooperatif Jalani Pemeriksaan
Rachmawati dan tim kuasa hukum saat diperiksa di Mako Brimob/ Foto: Istimewa
Jakarta - Rachmawati Soekarnoputri dijadikan tersangka terkait dugaan kasus makar. Menanggapi itu, kuasa hukum Rachmawati, Aldwin Rahadian, menegaskan tuduhan makar ke kliennya itu mengada-ada. Rachmawati juga siap kooperatif dalam menjalani pemeriksaan.

"Ya nanti setelah selesai pemeriksaan, tentunya akan ada upaya lebih lanjut dari itu. Karena bu Rachmawati masih sakit, tapi kita akan siap dan kooperatif untuk mengikuti pemeriksaan nanti akan diklarifikasi semuanya. Saya kira ini hanya miss informasi dan miss komunikasi," kata Aldwin saat mendampingi Buni Yani untuk mendaftarkan gugatan praperadilan di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Senin (5/12/2016).

Aldwin berpendapat tidak ada pihak lain yang memberikan masukan pemikiran kepada Bu Rachmawati untuk melakukan perbuatan makar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Murni, bu Rachmawati itu orang yang kritis. Apalagi selalu mengadakan kajian ilmiah di kampusnya. Banyak menyampaikan soal suport terhadap aksi bela islam dan penegakan hukum untuk segera menangkap pak Ahok. Serta mengadakan, kompetisi soal kembali pada UUD asli," jelasnya.

Saat disinggung apakah pihak Rachmawati juga akan mengajukan gugatan praperadilan, seperti yang dilakukan Buni Yani, hari ini. Menurutnya hal itu akan ditentukan setelah kondisi Rachmawati membaik.

"Menurut saya ini (makar) mengada-ada, ini terlalu jauh. Kalau makar itu yang terencana dan harus dipikirkan matang-matang. Kalau disebut mengandalkan power, saat massa bubar kan landai saja tidak ada perlawanan dan enggak ada yang tahu kalau Bu Rachmawati ditangkap, artinya memang tidak ada upaya-upaya perencanaan makar dari Bu Rachmawati," ucapnya.

Meski sudah ditetapkan tersangka, Rachmawati tetap diperbolehkan pulang karena alasan kesehatan yang menurun. (adf/rvk)


Berita Terkait