Agus Yudhoyono Bicara UU ITE Sampai Pemilih Siluman

Dinamika Pilgub DKI

Agus Yudhoyono Bicara UU ITE Sampai Pemilih Siluman

Haris Fadhil - detikNews
Minggu, 04 Des 2016 17:18 WIB
Agus Yudhoyono Bicara UU ITE Sampai Pemilih Siluman
Foto: Haris Fadhil/detikcom
Jakarta - Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) hasil revisi terbaru telah diberlakukan. Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cagub DKI Jakarta nomor urut 1 pun mengimbau pendukungnya untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

"Saya mengimbau kepada seluruh tim agar menggunakan social media, menggunakan ICT (Information and Communication Technologies) dengan bijak," kata Agus usai berkampanye tatap muka dengan warga jalan Poncol, kelurahan Gandaria Selatan, kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (4/12/2016).

Ia menegaskan bahwa dirinya sangat mendukung revisi UU ITE yang menurutnya mencegah terjadinya black campaign. Agus menilai hal tersebut dapat mencegah munculnya fitnah melalui media sosial.

"Mencegah terjadinya black campaign saya setuju sekali. Dari awal juga saya sangat setuju bahwa kita jangan sampai terlibat dalam black campaign, itukan jatuhnya fitnah. Saya tidak mau difitnah, walaupun saya sering difitnah tapi siapa yang mau difitnah?" ungkap Agus.

Ia berharap tidak ada tim pemenangannya yang melakukan black campaign melalui media sosial. Hal tersebut menurutnya akan memberikan dampak negatif terhadap dirinya dan Sylviana Murni sebagai pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta.

"Upaya-upaya yang tidak baik itu justru menciderai saya dan mpok Sylvi. Dan itu saya yakinkan berkali-kali, saya tekankan kita gunakan cara-cara yang baik dan benar. Itu sudah cukup dan sudah lebih dari cukup," imbuhnya.

Suami dari Annisa Pohan itu menambahkan bahwa dirinya dan Sylviana Murni akan terus berupaya menemui masyarakat Jakarta.

"Kami akan terus menjaga stamina untuk bertemu dengan semua pihak. Kami ingin menyapa warga dan ingin meningkatkan elektabilitas dengan baik," jelasnya.

Waspadai pemilih siluman

Dalam kesempatan ini Agus juga merespons isu panas soal pemilih siluman di Pilgub DKI. "Saya sih hanya mengelus dada kalau sampai ada yang berniat menggunakan cara-cara seperti itu. Tapi saya mengimbau semuanya, kita membuka mata semua agar pesta demokrasi ini janganlah sampai ternoda oleh upaya-upaya yang sangat buruk," kata Agus.

Menurutnya isu tersebut dapat menciderai demokrasi yang hadir sejak reformasi. Dia berharap proses demokrasi ini terhindar dari penyelewengan dan kecurangan.

"Itu menciderai keniscayaan yang telah hadir setelah reformasi yaitu demokrasi yang benar-benar berkeadilan. Saya ingin betul kita semua menikmati proses demokrasi ini dengan sebaik-baiknya dan terhindar dari segala bentuk penyelewengan dan kecurangan," imbuh Agus.

Dia menambahkan bahwa timnya akan melakukan pembahasan terkait hal ini. Pembahsan tersebut menurutnya sebagai upaya untuk melihat kebenaran ada atau tidaknya pemilih 'siluman' tersebut.

"Kami sebagai tim juga akan melakukan pembahasan-pembahasan terkait hal itu. Apakah memang benar, kalau ya apa buktinya dan lain sebagainya. Kita tidak ingin kompetisi ini dikotori," jelas Agus.

(HSF/van)


Berita Terkait