"Kampanye ini dapat memberikan efek positif pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama perjalanan menggunakan pesawat udara. Karena itu, masyarakat menerapkan hal tersebut di setiap perjalanannya dalam menggunakan pesawat baik dalam proses pre-flight, in-flight, dan post-flight," ujar Budi dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (4/11/2016).
Acara Kampanye Keselamatan Penerbangan Tahun 2016 ini bersemboyan 'Selamanya (selamat, aman dan nyaman) Penerbangan Nasional'. Kampanye ini digelar oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan diikuti oleh segenap jajaran di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, perwakilan operator penerbangan dan pendukungnya, serta masyarakat luas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara harus terus memastikan pemenuhan terhadap seluruh regulasi keselamatan dan keamanan penerbangan oleh para operator, melakukan pengawasan proses tersebut secara rutin dan berkesinambungan, memperbaiki peralatan navigasi penerbangan serta mendorong peningkatan dukungan infrastruktur bandar udara agar memenuhi standar keselamatan dan keamanan penerbangan," ucap Budi.
Lebih lanjut, Budi meminta seluruh operator penerbangan agar disiplin dalam mematuhi regulasi penerbangan, taat terhadap prosedur penerbangan, pemenuhan kondisi laik terbang bagi pesawat yang akan dioperasikan. Bahkan tidak lupa melakukan antisipasi terhadap perubahan cuaca yang kadang-kadang membawa pengaruh terhadap operasional penerbangan.
Selama 2016, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah melaksanakan berbagai upaya peningkatan kinerja keselamatan dan keamanan penerbangan yang bertujuan untuk memperbaiki mutu pelayanan transportasi udara kepada masyarakat.
Beberapa pencapaian penting di bidang keselamatan dan keamanan transportasi udara antara lain yaitu:
a. Federal Aviation Authority (FAA) menetapkan keselamatan Indonesia masuk kategori 1 (comply with international rule). Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa keselamatan penerbangan Indonesia telah mencapai standar FAA sehingga maskapai penerbangan Indonesia dapat melayani penerbangan ke/dari Amerika Serikat
b. Keluarnya 3 airlines Indonesia yaitu Citilink, Lion Air dan Batik Air dari EU Operating Ban yang artinya mengizinkan airlines-airlines tersebut untuk terbang ke Eropa
c. Audit ICAO Universal Security Audit Program (USAP) menunjukkan capaian kinerja keamanan penerbangan Indonesia dengan nilai 93,75 persen, lebih baik dari hasil audit USAP pada tahun 2013 dengan nilai 82,3 persen.
"Keselamatan (penerbangan) ini menjadi suatu cara kita memiliki kompetensi yang kompetitif. Ini (kampanye keselamatan) harus dilakukan. Saya minta airline, airport harus mengimprove diri agar dapat berkompetisi dengan dunia global," kata Budi.
Budi menerangkan, saat ini ada 900 pilot yang tidak mendapat lapangan pekerjaan. Terkait hal tersebut Budi ingin para pilot diberikan keterampilan tambahan dan akan membatasi operasional pilot asing di Indonesia.
"Kita harus membatasi syarat-syarat tertentu bagi pilot asing yang beroperasi di Indonesia. Karena saya pikir satu sisi kita terbuka tapi kalau ada nyata-nyata kesempatan pekerjaan (pilot dalam negeri) ini kita kurang bertanggungjawab," ucap dia. (nwy/dhn)











































