"Saya dengar seperti itu ya. Bahwa memang kita menghindarkan car free day dijadikan ajang kampanye partai politik," kata Agus di Jalan Kebon Mangga III, RT 10/ RW 03, Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (4/12/2016).
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebut Parade Bhineka Tunggal Ika sebagai aksi tandingan. Menurutnya hal itu hanya akan mempertajam permasalahan saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya putra pertama Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyoni ini berharap kesatuan dan persatuan di masyarakat tetap terjaga. "Saya sebagai warga negara Indonesia ya juga terus berharap bahwa negara kita ini tetap utuh, tetap bersatu," ucapnya.
Selain itu dirinya juga mengajak masyarakat untuk melihat kembali awal permasalahan yang menyebabkan situasi yang berkembang saat ini. Dia juga berharap masyarakat dapat menghindarkan diri dari perpecahan yang tidak perlu.
"Kita kembalikan saja ke duduk persoalan awal sebab dan akibatnya, begitu harapannya. Setelah itu kita bisa terus melakukan rekonsiliasi dan kita menghindarkan diri semaksimal mungkin dari perpecahan yang tidak perlu," pungkas Agus sambil meninggalkan lokasi pengajian Majelis Syarif Hidayatullah. (HSF/erd)











































