Tak Terganggu Aksi, Kedubes Jepang Beri Pelayanan Seperti Biasa di 2 Desember

Tak Terganggu Aksi, Kedubes Jepang Beri Pelayanan Seperti Biasa di 2 Desember

Rina Atriana - detikNews
Sabtu, 03 Des 2016 16:25 WIB
Tak Terganggu Aksi, Kedubes Jepang Beri Pelayanan Seperti Biasa di 2 Desember
Foto: dok. Istimewa
Jakarta - Sebagian massa aksi damai 2 Desember melakukan longmarch dari Bundaran HI menuju Monas sebelum akhirnya melaksanakan salat Jumat berjamaah. Jalan MH Thamrin adalah jalan yang dilalui massa saat melakukan aksi longmarch tersebut.

Jalan MH Thamrin merupakan salah satu jalan utama di ibu kota. Sisi kanan kirinya mayoritas terdiri dari gedung-gedung perkantoran yang di antaranya ada gedung Kantor Kedutaan Besar Jepang.

Atase Pendidikan Kedubes Jepang untuk Indonesia Keiichi Yamaguchi mengatakan, pihaknya tetap memberi pelayanan seperti biasa di 2 Desember kemarin. Ia secara pribadi juga meyakini bahwa aksi kemarin tak akan mengganggu hubungan Indonesia-Jepang, khususnya di bidang pendidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kerja seperti biasa. Saya tidak bisa memberikan statement apapun, tapi untuk pribadi tidak ada hubungan sama sekali seharusnya," kata Yamaguchi di sela acara Festival Gerakan Indonesia 2030 di Kantor Euro Management, Jl RP Saroso, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12/2016).

Gerakan Indonesia 2030 merupakan gerakan yang bertujuan mendorong anak-anak muda Indonesia agar termotivasi menuntut ilmu ke negara-negara maju. Gerakan yang digagas oleh Bimo Sasongko itu didukung oleh di antaranya Kedubes Jepang untuk Indonesia, Euro Management, Kemendikbud RI, Jasso, dan Yayasan Pendidikan Eropa Indonesia.

Menurut Yamaguchi, pemerintah Jepang mendukung penuh gerakan ini. Pihaknya juga membuka akses seluas-luas mungkin bagi mereka yang berminta melanjutkan pendidikan ke Jepang, khususnya lewat beasiswa Monbukagakusho. Berdasarkan informasi yang diperoleh, sedikitnya ada 2.500 mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang.

"Dimulai dari event seperti ini, kami memberikan akses seluas mungkin bagaimana caranya agar bisa lulus ujian program pemerintah Monbukagakusho ini. (Jumlah penerima beasiswa) disesuaikan dengan budget pemerintah Jepang, memang tidak bisa ada kepastian," jelasnya. (rna/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads