Hasil ketikan para relawan dari laptop dan akan diunggah untuk ditransformasikan ke huruf braille, agar dapat dibaca para penyandang Tunanetra di seluruh Indonesia. Pengetikan ulang buku ini mendapat penghargaan Rekor Muri dengan jumlah relawan terbanyak dari 2 kota sebelumnya, yakni Bogor dan Bandung.
Foto: Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom |
Kegiatan bertajuk 'Dedikasi Makassar untuk Saudaraku Para Tunanetra' digagas Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto bersama Yayasan Mitra Netra dan disokong Kementerian Koordinasi Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan RI dan perusahan IT, IBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sambutannya Wali Kota Makassar mengapresiasi partisipasi para pelajar se-kota Makassar untuk mendukung acara. Menurut wali kota yang akrab disapa Danny ini para pelajar yang ikut mengetik buku untuk para penyandang Tunanetra sebagai sosok pahlawan.
"Saya bangga pada kalian, kalian telah menjadi pahlawan bagi kaum disabilitas, gerakan ini tidak boleh berhenti pada saat ini saja, tapi harus diagendakan rutin," ujar Danny.
Foto: Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom |
Sementara menurut Anita Chairul, energi positif yang mengalir dari Makassar dari ribuan relawan memberikan harapan bagi 3,5 juta penyandang Tunanetra se-Indonesia untuk menemukan potensinya, tanpa terhalang kondisi fisiknya.
Ia menyanjung langkah Danny yang berhasil mengumpulkan sekitar 50 ribu relawan untuk membantu kaum Disabilitas mendapatkan hak yang sama dengan yang lainnya di sektor literasi.
"Gerakan ini harus berlanjut terus, saat ini baru 2.800 buku huruf Braile dan 2.500 buku audio bagi penyandang Tunanetra, nanti juga akan dibikin buku elektronik yang dapat dibaca oleh penyandang Tunanetra dari ponsel pintarnya," pungkas Anita. (mna/tor)












































Foto: Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom
Foto: Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom