Anies hadir di lokasi pengajian di Kompleks Green Garden Blok B 16, Kelurahan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (3/12/2016). Mengenakan baju koko lengan panjang warna putih dan berpeci warna hitam, Anies langsung disambut ibu-ibu peserta pengajian. Turut hadir mendampinginya mantan Wakil Ketua MPR RI Aksa Mahmud.
Pengajian ini diselenggarakan warga dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Anies mengatakan sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan yang Maha Esa. Ini menunjukkan nuansa keagamaan harus ada di Indonesia, khususnya Jakarta.
Foto: Noval Dwhinuari Antony/ detikcomAnies berjanji akan mengizinkan Monas sebagai tempat pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya. |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies mengkritik adanya peraturan yang tidak memperbolehkan Monas untuk kegiatan keagamaan, seperti pengajian. Agama apapun dikatakan Anies boleh menggunakan fasilitas umum seperti Monas untuk berkegiatan.
"Indonesia adalah negara Pancasila, dan karena Pancasila itu sila pertama adalah Ketuhanan yang Maha Esa. Artinya semua fasilitas yang ada di negeri ini adalah boleh dipakai oleh kegiatan apa pun bagi agama apa pun. Tidak sekadar agama tertentu, tapi semua agama," jelasnya kepada wartawan.
Kebersihan dan ketertiban yang ada di Monas saat dipakai berkegiatan, dikatakan Anies, tidak menjadi masalah akibat banyaknya peserta yang hadir. Yang terpenting adalah bagaimana memahamkan peserta yang hadir untuk bertanggung jawab menjaga kebersihan.
Foto: Noval Dwhinuari Antony/ detikcomAnies selanjutnya blusukan ke pasar tradisional. |
"Jadi ini masalahnya adalah bukan soal kumpul banyak orangnya, tapi apakah kita diajarkan untuk bertanggung jawab atas sampah kita. Begitu kita diajarkan bertanggung jawab, (lingkungan akan) bersih juga. Agama apa pun juga, jadi jangan karena alasan begitu, maka prinsip pertama Pancasila malah dikorbankan," katanya lagi.
Usai menyapa warga, Anies sempat blusukan ke pasar yang berada di samping lokasi pengajian. (aan/aan)












































Foto: Noval Dwhinuari Antony/ detikcom
Foto: Noval Dwhinuari Antony/ detikcom