Santri dari pondok pesantren maupun masyarakat umum yang membanjiri titik nol Makassar itu memunguti bekas kotak makanan dan minuman yang tersisa di Lapangan Karebosi, Makassar, Jumat (2/12/2016).
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto mengapresiasi teladan yang dicontohkan oleh peserta aksi damai 2 Desember. Menurut Dhanny, masyarakat Makassar sadar akan pentingnya kebersihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program LiSA (Lihat Sampah Ambil) yang dicetuskan oleh Danny nyata dilakukan oleh massa aksi damai 2 Desember. Menjelang berakhirnya tausiah, dari pengeras suara terdengar imbauan dari ulama yang mengingatkan jamaah untuk tidak membiarkan sampah berserakan di lapangan ataupun tribun Karebosi.
Selain Danny, aksi damai ini menghadirkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Kapolda Sulsel Irjen Anton Charliyan dan Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bhakti. Dalam orasinya, Danny menyebut warga Makassar dalam menyuarakan aspirasinya mengedepankan filosofi 'Sipakatau Sipakalebbi Sipakainga dan Sipatokkong. Sipakatau artinya sifat saling menghormati. Sipakalebbi artinya sikap saling menghargai, sipakainga artinya sikal sifat saling mengingatkan dan sipatokkong artinya sikap sifat saling bekerja sama.
Nilai-nilai dasar dalam masyarakat Bugis Makassar tercermin jelas dalam aksi damai tersebut. Massa yang jumlahnya sekitar ratusan ribu itu mendengarkan tausiah dengan tenang, berzikir, berdoa, dan salat berjamaah.
Bahkan massa yang berorasi di ruas jalan Jenderal Sudirman menyampaikan aspirasinya dengan tertib. Mereka tetap mengedepankan sikap saling menghormati, saling menghargai dan mengingatkan serta bekerjasama menjaga kedamaian di Makassar.
Baca juga: Aksi 2 Desember di Makassar, Massa Disambut Wali Kota dan Gubernur Sulsel (nwy/mpr)











































