Aksi 2 Desember di Makassar Bubar, Lapangan Karebosi Kembali Kinclong

Aksi 2 Desember di Makassar Bubar, Lapangan Karebosi Kembali Kinclong

Niken Widya Yunita - detikNews
Jumat, 02 Des 2016 18:32 WIB
Aksi 2 Desember di Makassar Bubar, Lapangan Karebosi Kembali Kinclong
Aksi 2 Desember di Makassar (Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom)
Makassar - Lapangan atau tribun Karebosi yang menjadi titik utama aksi damai 2 Desember di Makassar terlihat bersih pasca digelarnya zikir, doa, tausiah, dan salat berjamaah. Aksi digelar oleh ratusan ribu umat Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Santri dari pondok pesantren maupun masyarakat umum yang membanjiri titik nol Makassar itu memunguti bekas kotak makanan dan minuman yang tersisa di Lapangan Karebosi, Makassar, Jumat (2/12/2016).

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto mengapresiasi teladan yang dicontohkan oleh peserta aksi damai 2 Desember. Menurut Dhanny, masyarakat Makassar sadar akan pentingnya kebersihan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka memunguti sampah yang tersisa pasca aksi damai," kata Danny dalam rilis.

Program LiSA (Lihat Sampah Ambil) yang dicetuskan oleh Danny nyata dilakukan oleh massa aksi damai 2 Desember. Menjelang berakhirnya tausiah, dari pengeras suara terdengar imbauan dari ulama yang mengingatkan jamaah untuk tidak membiarkan sampah berserakan di lapangan ataupun tribun Karebosi.

Selain Danny, aksi damai ini menghadirkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Kapolda Sulsel Irjen Anton Charliyan dan Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bhakti. Dalam orasinya, Danny menyebut warga Makassar dalam menyuarakan aspirasinya mengedepankan filosofi 'Sipakatau Sipakalebbi Sipakainga dan Sipatokkong. Sipakatau artinya sifat saling menghormati. Sipakalebbi artinya sikap saling menghargai, sipakainga artinya sikal sifat saling mengingatkan dan sipatokkong artinya sikap sifat saling bekerja sama.

Nilai-nilai dasar dalam masyarakat Bugis Makassar tercermin jelas dalam aksi damai tersebut. Massa yang jumlahnya sekitar ratusan ribu itu mendengarkan tausiah dengan tenang, berzikir, berdoa, dan salat berjamaah.

Bahkan massa yang berorasi di ruas jalan Jenderal Sudirman menyampaikan aspirasinya dengan tertib. Mereka tetap mengedepankan sikap saling menghormati, saling menghargai dan mengingatkan serta bekerjasama menjaga kedamaian di Makassar.

Baca juga: Aksi 2 Desember di Makassar, Massa Disambut Wali Kota dan Gubernur Sulsel (nwy/mpr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads