Gusuran Pasar 16 Palembang akan Jadi Tempat Wisata

Gusuran Pasar 16 Palembang akan Jadi Tempat Wisata

- detikNews
Kamis, 07 Apr 2005 01:42 WIB
Palembang - Ternyata setelah ribuan pedagang digusur dari daerah di sekitar Jembatan Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera), 16 Ilir Palembang, pada 31 Maret 2005 pekan lalu, lokasinya akan dijadikan kawasan wisata. Demikian kesimpulan dari penjelasan Asisten I Pemerintah Palembang, A Farhan AS, kepada pers, di ruang kerjanya, Jalan Merdeka, Palembang, Rabu (6/4/2005). Menurut Farhan, tujuan penertiban para pedagang itu--kemudian dipindahkan ke Pasar Induk Jakabaring--adalah menjadikan kawasan Jembatan Ampera dan sekitarnya sebagai landmark Kota Palembang yang akan dikenang setiap wisatawan yang berkunjung ke ibukota Sumatera Selatan ini. Selain mendukung keberadaan Benteng Kuto Besak (BKB), yang berada sekitar 100 meter dari jembatan tersebut. Jadi, penertiban itu merupakan langkah awal yang dilakukan pihaknya untuk menjadikan kawasan seputar Jembatan Ampera sebagai taman wisata. Sebelumnya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Palembang, Lukman Hakim mengatakan keberadaan taman wisata memang sangat dibutuhkan. Karenanya harus dibentuk sedemikian rupa agar mendukung keindahan Kota Palembang."Kawasan itu (lokasi pedagang yang digusur) sangat potensial untuk dijadikan taman wisata. Selain didukung oleh adanya Benteng Kuto Besak, letaknya juga strategis dan menjadi pusat perhatian," kata Lukman.Berdasarkan pemantauan detikcom, saat ini kawasan tersebut akan dibersihkan dari berbagai puing pasca penertiban 31 Maret lalu. Setelah itu baru akan dirancang sesuai dengan masterplan yang sudah ada."Kita mengharapkan taman wisata tersebut nyaman, tertib, bersih, dan indah. Tidak ada aktivitas perdagangan, baik pedagang kaki lima atau lainnya. Sehingga kawasan itu akan menarik masyarakat dan wisatawan untuk menikmati keindahan Sungai Musi," katanya. Berapa anggaran yang dibutuhkan untuk menata di kawasan bawah Jembatan Ampera? Menurut Kepala Bappeda Palembang ini, mengenai besarnya anggaran yang dibutuhkan belum bisa disebutkan, karena masih dalam pembahasan antara pemkot dengan Dewan Palembang. Sementara tidak semua pedagang korban penggusuran di Pasar 16 Ilir dapat mencari nafkah di Pasar Induk Jakabaring. Selain ada yang tidak dapat lapak atau depot penjualan, juga beberapa pedagang merasa tidak pontensial berdagang di lokasi yang jauh dari keramaian itu. "Aku pedagang buku bekas. Kalau aku berjualan di sana tidaklah mungkin. Apa jin yang mau beli buku bila aku berjualan di Jakabaring," kata Husin, pedagang buku bekas, yang kini menganggur. "Entahlah, mungkin aku mencari nafkah yang lain. Kian hari kian sulit cari makan di kota ini," kata warga Kenten ini. (ast/)


Berita Terkait