Hujan Lagi, Banjir di Palembang Tak Kunjung Surut
Rabu, 06 Apr 2005 19:00 WIB
Palembang -
Langit kota Palembang benar-benar gelap, Rabu (6/4/2005). Petir bersahutan dilanjutkan hujan. Sementara ribuan warga di Gandus, Palembang, cemas. Sebab ketinggian air yang menggenangi rumah mereka terus naik.Berdasarkan pemantauan detikcom, Rabu (6/4/2005) sore, pemukiman penduduk di Kecamatan Gandus Palembang, seperti Pulokerto, Karanganyar dan Karangjaya, masih tergenang. Banjir akibat luapan Sungai Musi itu seperti tidak mau surut. Bahkan, jalan raya di kawasan itu sebagian sudah terendam air."Tolong, Pak. Katakan dengan Walikota coba selesaikan persoalan ini. Kami nih bosan kebanjiran terus. Dulu tidak seperti ini, tapi sejak banyak penimbunan rawa buat bangun perumahan dan pabrik rumah dan kebun kami kebanjiran," kata Sulaiman, warga Karanganyar. Ironisnya, rumah milik Sulaiman itu adalah rumah panggung yang tingginya sekitar satu meter. "Air sudah masuk ke dalam rumah. Kami nih terpaksa mengungsi menggunakan perahu," kata dia, yang membawa sejumlah saudaranya mengungsi ke rumah keluarganya di 35 Ilir.Sebelumnya kepada pers, Lurah Karanganyar, lokasi yang paling parah terkena banjir, Yuli Kopitiana mengatakan hampir 90 persen warga di kelurahannya menjadi korban banjir akibat meluapnya Sungai Musi dan hujan tersebut. "Sekitar 2.000 jiwa yang menjadi korban banjir itu," kata dia. Bahkan, kata Yuli, kantor Camat Gandus pun terpaksa ditutup sebab air yang tergenang sudah mencapai 30 centimeter atau sebatas tumit. Sampai sekarang, belum ada bantuan khusus diberikan kepada warga selain imbauan.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































