"Om, kantongnya, Om," kata bocah itu di sekitar Pintu Al Fatah, Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016) pagi.
Dia bernama Siti, bocah tujuh tahun yang menjual kantong plastik untuk masyarakat yang hendak masuk ke Masjid Istiqlal. Kantong plastik biasa digunakan untuk membungkus alas kaki supaya bisa dibawa masuk ke area dalam masjid. Cara ini biasa dilakukan oleh masyarakat yang memilih tak menitipkan alas kakinya kepada petugas masjid di dekat pintu masuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Siti, Bocah Penjaja Kantong Plastik (Gibran/detikcom) |
"Seikhlasnya saja, seribuan. Buat bungkus sandalnya," kata Siti saat ditanya harga satu kantong plastik yang dijualnya.
Hanya beberapa orang saja yang membeli kantong plastik dari Siti. Anak ini mengaku berjualan untuk membantu ibunya. Si ibu, perempuan sekitar 45 tahun, terlihat juga berjualan kresek tak jauh dari Siti.
"Jualan bantu Mama," kata Siti.
Dia terus berjalan ke sana-sini menawarkan kresek. Selain Siti, ada pula bocah-bocah lain yang berjualan kresek.
(dnu/bar)












































Foto: Siti, Bocah Penjaja Kantong Plastik (Gibran/detikcom)