"Hari ini, kita sedang diuji nikmat bernegara. Lihat Timur Tengah, kata siapa dunia makin modern maka makin damai? Negara Irak berantakan karena ISIS, Suriah terkoyak-koyak, Yaman, dan sebagainya," kata Ridwan.
Ridwan menyampaikan hal ini dalam acara Rapat Pimpinan Angkatan Muda Siliwangi (AMS) di Hotel Kuta Playa, Jl Pantai Kuta, Badung, Bali, Kamis (1/12/2016) malam. Turut hadir dalam acara, yang dimulai pukul 21.00 WITa, ini Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta dan Ketua Umum PP AMS Noeri Firman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menambahkan, Pancasila kerap dipuji dan dihormati oleh bangsa-bangsa asing. Salah satunya adalah Arab Saudi, yang menurut Kang Emil, Duta Besarnya untuk Indonesia pernah memuji keberagaman di Indonesia.
"Dubes Arab Saudi pernah menyampaikan, mewakili duta besar negara-negara Timur Tengah, kami (Timur Tengah) ini bahasanya sama, agamanya sama, tapi kami terpecah menjadi 22 kerajaan, 22 tentara, 22 negara, kami tidak pernah kompak," ujar Ridwan.
"Tapi saya heran, mengapa Indonesia yang begitu beragam, bahasanya ada 800, sukunya ada 400 dan pulaunya ada 17.000, kok bisa tentaranya hanya 1, Presidennya hanya 1. Saya menduga bangsa Indonesia punya ideologi yang merekatkan, dan itu namanya Pancasila. Beruntunglah Anda, bangsa Indonesia, Anda punya dan kami tidak punya yang namanya Pancasila," tambah Ridwan menirukan pesan dari Dubes Arab Saudi.
Ridwan melanjutkan kisahnya mengenai keutuhan Indonesia melalui cerita Bung Hatta dan Bung Karno. Menurut Ridwan, suatu ketika Bung Hatta bertanya kepada Bung Karno, Apa yang bisa membuat beragam etnis dan kerajaan mau mengakui Indonesia?
"Jawaban Bung Karno, karena sudah takdir Allah SWT, kita memiliki kesamaan nasib, dijajah Belanda, yang merekatkan kita menjadi Indonesia," ujar Ridwan.
Sambutan Ridwan ini pun disambut antusias puluhan anggota AMS dari Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan dan Bali dengan riuh tepuk tangan. Sementara Ketua Umum PP AMS, Noeri Firman juga menyinggung situasi menjelang aksi damai 212.
"Kita ingin Jawa Barat kondusif, Jakarta kondusif, Jawa Timur kondusif dan Bali kondusif. Ketika kita ingin memanggil saudara-saudara kita, di mana pun, bertikailah dengan hati yang bersih, tanpa politik, insya Allah, kita akan diikuti oleh saudara-saudara kita," ujar Noeri di lokasi yang sama. (hri/hri)











































