"Penting betul untuk diingatkan bahwa aksi damai besok sudah diizinkan oleh Presiden bapak Jokowi, Pak JK juga sudah mengizinkan," ungkap Hidayat dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/12/2016).
Dengan pemberian izin itu, menurut Hidayat itu berarti pemerintah mengakui bahwa demo adalah aksi damai. Untuk itu peserta aksi diminta menjaga kepercayaan yang telah diberikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka kedua pihak harus saling menjaga dan memastikan aksi itu damai. Dan agendanya jelas, bukan agenda-agenda lainnya," imbuh politisi PKS ini.
Tak hanya itu, Hidayat meminta komitmen Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait kabar pelarangan mobilisasi massa dari daerah yang dilakukan Kapolda. Dia berharap agar massa dari luar Jakarta tidak dipersulit jika ingin mengikuti aksi.
"Apa yang sudah dijanjikan bapak Kapolri, tidak ada pelarangan dari Kapolda untuk bisa datang ke Jakarta benar dilaksanakan di tingkat lapangan. Rakyat kita sudah dewasa kok. Kemarin (demo) tanggal 4 November juga damai sampai jamnya," kata Hidayat.
Aksi damai 2 Desember akan difokuskan di Komples Monas, Jakarta Pusat. Massa juga rencananya akan menggelar Salat Jumat di lokasi itu. Hidayat pun meminta Presiden Jokowi untuk ikut salat bersama massa.
"Ini suara saya pribadi, kalau misalnya bapak Jokowi berkenan salat Jumat bersama besok itu pastinya sangat bagus," ucapnya.
"Ini tegaskan bahwa aksi ini super damai. Harapan yang ditangkap masyarakat mereka sangat berharap besok presiden bisa maknai aksi super damai itu dengan ikut salat Jumat berjamaah," tutup Hidayat. (elz/van)











































