Ambruk, Jembatan Apung di Cilacap Masih Proses Pengerjaan

Ambruk, Jembatan Apung di Cilacap Masih Proses Pengerjaan

Arbi Anugrah - detikNews
Kamis, 01 Des 2016 16:26 WIB
Ambruk, Jembatan Apung di Cilacap Masih Proses Pengerjaan
Jembatan apung yang menghubungkan Desa Ujung Alang dan Desa Klaces, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, Jawa Tengah ambruk, Kamis (1/12/2016). Foto: Istimewa
Cilacap - Jembatan apung yang menghubungkan Desa Ujung Alang dan Desa Klaces, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, Jawa Tengah, ambruk siang tadi. Jembatan apung pertama di Indonesia itu masih dalam pengerjaan.

"Sebenarnya jembatan itu belum boleh dilewati karena belum selesai, tapi ada yang lewat. Mungkin ada salah perhitungan teknis sehingga tidak pas, ya belum siaplah posisinya," kata Camat Kampung Laut, Nurindra Wahyu, saat dihubungi wartawan, Kamis (1/12/2016).

Menurut Nurindra, diduga ada kerusakan pada konstruksi jembatan apung sepanjang 40 meter ini. Diduga bagian tengah jembatan yang belum selesai pengerjaannya ini patah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kerusakan sekitar 60 persen, karena masih pengerjaan. Memang belum boleh dinaikin itu, tapi infonya tim dari Bandung dan Jakarta sedang ke lokasi untuk segera melakukan perbaikan," ujarnya.

Sementara itu, anggota tim riset sistem modular wahana apung dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Dewi mengatakan, jembatan apung yang ambruk memang belum siap dioperasikan.

Diana menyebut jembatan apung tersebut masih dalam tahap penyelesaian akhir. Diduga jembatan apung ambruk karena lalu lalang pekerja proyek dan warga.

"⁠⁠⁠Sebetulnya jembatan memang belum siap dioperasikan, makanya dipalang. Sebenarnya saat ini sedang dipasang angkur dan masih dalam tahap finishing, banyak tukang mondar-mandir," ujar dia saat dihubungi terpisah.

Lalu lalangnya pekerja proyek membuat anak-anak sekolah juga ikut melintas di jembatan.

"Karena berhenti di tengah jembatan sehingga terjadi beban terpusat. Padahal seperti yang sudah disampaikan saat sosialisasi di kecamatan, untuk beban maksimal 360 kilogram per meter persegi atau setara enam orang," jelasnya. (arb/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads