Kemhan Soal Brigjen Teddy yang Dipenjara Seumur Hidup: Jadi Shock Therapy

Kemhan Soal Brigjen Teddy yang Dipenjara Seumur Hidup: Jadi Shock Therapy

Ray Jordan - detikNews
Kamis, 01 Des 2016 15:36 WIB
Kemhan Soal Brigjen Teddy yang Dipenjara Seumur Hidup: Jadi Shock Therapy
Brigjen Teddy diadilli di Pengadilan Militer II Jakarta (edo/detikcom)
Jakarta - Brigjen Teddy Hernayadi divonis penjara seumur hidup karena korupsi anggaran pembelian alutsista 2010-2014 sekitar USD 12 juta. Pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengatakan ini merupakan shock therpy bagi oknum yang bermain dalam pengadaan alutsista TNI.

Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan, Marsekal Madya Hadi Tjahjanto menegaskan, pihaknya mendukung penuh program pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi. Untuk itu, pengungkapan kasus Teddy tersebut menjadi pintu masuk untuk membongkar bobrok di sisi kemiliteran.

"Iya, kita mendukung kebijakan pemerintah bahwa kita akan bebas atau lepas dari korupsi. Tentunya di seluruh instansi kita akan melaksanakan program itu. Dan ini adalah satu pintu masuk yang baik untuk itu," kata Hadi saat ditemui di Gedung Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (1/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadi sendiri mengatakan, pihaknya akan menelusuri lebih lanjut keterlibatan pihak lain dalam kasus Teddy. Terlebih saat persidangan ada 53 orang saksi yang diduga menerima pinjaman dana dari Teddy.

"Itu akan kita kembangkan. Dan ini adalah satu shock therapy untuk mereka," katanya.

"Kita kembangkan, kita ke dalam kita evaluasi apa yang perlu kita lihat dari fakta-fakta di persidangan, itulah yang akan kita terus tindak lanjuti. Dan tadi juga sudah disampaikan oleh Ketua KPK akan terus mendukung," tambahnya.

Hadi juga mengatakan, nilai korupsi Hadi tersebut sangat fantastis, yakni sebesar USD 12 juta. Dengan terbongkarnya kasus ini, diharapkan ada uang yang kembali ke negara.

"Dari USD 12 juta itu kan nanti bisa kita lihat. USD 12 juta itu kan banyak, hampir Rp 146 miliar. Itu nanti bisa kita kembangkan. Pintu masuk, dan itu sudah terbuka," katanya.



(jor/asp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini