Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan, Marsekal Madya Hadi Tjahjanto menegaskan, pihaknya mendukung penuh program pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi. Untuk itu, pengungkapan kasus Teddy tersebut menjadi pintu masuk untuk membongkar bobrok di sisi kemiliteran.
"Iya, kita mendukung kebijakan pemerintah bahwa kita akan bebas atau lepas dari korupsi. Tentunya di seluruh instansi kita akan melaksanakan program itu. Dan ini adalah satu pintu masuk yang baik untuk itu," kata Hadi saat ditemui di Gedung Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (1/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu akan kita kembangkan. Dan ini adalah satu shock therapy untuk mereka," katanya.
"Kita kembangkan, kita ke dalam kita evaluasi apa yang perlu kita lihat dari fakta-fakta di persidangan, itulah yang akan kita terus tindak lanjuti. Dan tadi juga sudah disampaikan oleh Ketua KPK akan terus mendukung," tambahnya.
Hadi juga mengatakan, nilai korupsi Hadi tersebut sangat fantastis, yakni sebesar USD 12 juta. Dengan terbongkarnya kasus ini, diharapkan ada uang yang kembali ke negara.
"Dari USD 12 juta itu kan nanti bisa kita lihat. USD 12 juta itu kan banyak, hampir Rp 146 miliar. Itu nanti bisa kita kembangkan. Pintu masuk, dan itu sudah terbuka," katanya.
(jor/asp)










































