"Yakinlah kami membantu Polri di sini akan memberikan kenyamanan dan keyakinan bahwa Jakarta aman," kata Teddy setelah apel gelar pasukan persiapan pengamanan zikir dan doa bersama 2 Desember di Halaman Silang Monas Sisi Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2016).
Ketika ditanyai tentang teknis pengamanan Ia menyatakan hal tersebut tidak dapat dijelaskan secara terbuka.
"Ada beberapa bagian yang tentu kita tidak bisa sampaikan di forum seperti ini. Karena memang itu kiat-kiat kita untuk mengatasi situasi yang tidak dikehendaki bila itu terjadi," ujarnya.
Sebelumnya dalam pidato saat menjadi inspektur apel bersama Kapolda Metro Jaya, Ia menyatakan Jakarta sebagai ibu kota menjadi barometer dalam hal keamanan. Oleh sebab itu, Pangdam Jaya mengajak seluruh pasukan pengamanan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
"Kita harus mampu menjaga dan memberikan rasa aman terutama pada masyarakat ibu kota. Kita harus berdiri tegak menjaga kondusivitas, negara harus hadir saat dibutuhkan," ucapnya dengan suara lantang dari atas mimbar.
Sebagai informasi, secara garis komando nantinya seluruh pasukan pengamanan baik dari TNI dan Polri akan berada di bawah komando Kapolda Metro Jaya yang memimpin operasi pengamanan.
"Semua aparat Kodam dan pasukannya di-BKO-kan kepada kami dan sama-sama kita kendalikan," kata Iriawan di tempat yang sama.
(HSF/rvk)











































