Sandiaga mendatangi posko pelayanan kesehatan yang menjadi rangkaian dari agenda kampanyenya di Jalan Pahlawan Revolusi RT 05 RW 03, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Kamis (1/11/2016). Usai membuka lomba memasak, dia kemudian melakukan cek darah untuk mengetahui kesehatannya.
"Saya menunggu dengan was was hasil tes darah secara kasat mata, seperti apakah hasilnya," kata Sandiaga menggunakan mikrofon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Asam uratnya 8,9 tinggi bang asam uratnya, untuk normalnya 3 sampai 6 bang. Kalau gula darahnya 116 normal bang. Enggak boleh makan jengkol bang," kata petugas kesehatan ke Sandiaga.
"Iya, saya diputuskan dokter di sini saya enggak boleh makan jengkol, karena asam urat saya tinggi," katanya lagi.
Sandiaga mengaku terkejut dengan hasil tes kesehatannya itu. Perubahan itu diprediksinya setelah 10 bulan menyapa warga Jakarta, dengan kebanyakan makan jengkol.
"Iya saya kaget asam urat saya 8,9 itu saya enggak ada masalah sebelumnya. Tapi mungkin karena sudah 10 bulan kunjungan warga banyak makan jengkol, semenjak dikritik saya jadi sekarang makan jengkol terus. Akhirnya malah kelebihan. Tapi tadi dapat izin dari boleh, setengah aja," katanya kepada wartawan.
(imk/imk)











































