Saat ditanya, Rudiantara mengaku belum tahu soal pemblokiran tersebut. Pasalnya, banyak sekali situs-situs yang diblokir oleh pihaknya.
"Waduh, kapan itu? Kapan? Saya enggak tahu, enggak hapal malah," kata Rudiantara saat ditemui di Gedung Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (1/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu memang sudah lama memang ada pemblokiran. Karena secara UU dan peraturan itu memang dimungkinkan untuk dilakukan istilahnya pemutusan akses, dalam revisi UU yang baru," katanya.
"Jadi bukan hal yang baru. Itu macam-macam ada pornografi, ada radikalisme, ada SARA, macam-macam, dan pelaksanaanya tentunya berkoordinasi dengan aparat penegak hukum," katanya.
Terkait dengan situs www.habibrizieq.com, Rudiantara kembali mengaku belum mendapat informasi. Pasalnya ada ribuan situs yang diblokir oleh pihaknya.
"Saya enggak hapal satu-satu. Masa saya tahu satu-satu. Itu kan ada 7770 ribu situs, yang seingat saya sekitar 7770 yang di hapuskan. Sudah beberapa tahun, sudah lama," katanya. (jor/fjp)











































