"Kemarin sore setelah blusukan saya dapat kabar Pak Ahok hari ini memenuhi panggilan dari Mabes Polri untuk menerima penyempurnaan berkas sehingga sudah P21 yang segera disidangkan ke PN Jakarta Utara," kata Djarot di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2016).
"Di situasi ini, kita selalu sampaikan, mari kita ikuti birokrasi pilkada dengan mengesampingkan isu SARA. Oleh sebab itu, persoalan Pak Ahok bukan persoalan hukum, tapi ditarik ke masalah politik dan masalah pilkada. Maka prosesnya begitu cepat, enggak apa-apa," imbuh cawagub nomor urut 2 itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu SD ada peribahasa kan, semakin tinggi pohon, embusan angin semakin kencang, tapi pohon tidak akan pernah tumbang diterpa angin topan. Kenapa? Karena pohon ditopang oleh akar-akar yang kuat. Akarnya itu adalah rakyat Jakarta," sebut Djarot berapi-api.
Selain itu, Djarot berharap agar pemrosesan hukum terhadap Ahok dilakukan secara adil oleh lembaga peradilan. Sesuai dengan simbol dewi Yunani, Dewi Thermis, yang diakui oleh sistem hukum di Indonesia sebagai Dewi Keadilan.
"Dalam mitologi Yunani ada Dewi Thermis. Dewi ini matanya ditutup, tangan kirinya memegang timbangan, tangan kanan pegang pedang. Ketika menghadapi perkara, maka harus adil, enggak boleh diskriminatif, enggak boleh ditekan-tekan, harus seimbang," sebut Djarot. (nkn/imk)











































