"Pasukan yang ada di sekitar tempat melayani mengamankan kegiatan doa dan zikir tidak dilengkapi dengan senjata (senjata api)," kata Iriawan di halaman Silang Monas sisi selatan, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2016).
Namun ia tidak menampik, untuk pengamanan obyek lain, seperti pusat pemerintahan, pusat ekonomi, dan lokasi rawan lainnya, petugas akan dilengkapi senjata. Hal itu, menurutnya, untuk mengantisipasi gangguan keamanan yang tidak diinginkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia meyakini para peserta kegiatan besok akan mengikuti acara dengan damai sebagaimana zikir dan doa pada umumnya. Oleh sebab itu, pihaknya tidak akan melakukan pemeriksaan barang yang dibawa peserta secara ketat.
"Tidak ada pemeriksaan untuk peserta. Mereka mau zikir, mau doa, paling bawa sajadah, bawa Alquran, bawa tasbih," ucapnya.
Iriawan juga menyatakan pengamanan akan dibantu TNI, dalam hal ini dari Kodam Jaya. "Saya minta TNI membantu saya, karena tentunya pasukan kita terbatas. Oleh sebab itu, saya minta Pangdam untuk gabung dengan saya," ungkapnya.
Namun, secara garis komando, dirinya sebagai Kapolda Metro Jaya yang akan memimpin operasi pengamanan. "Semua aparat Kodam dan pasukannya di-BKO-kan kepada kami, dan sama-sama kita kendalikan," pungkas Iriawan. (rvk/rvk)











































