"Jika menghitung hari, maka rasanya dengan berjalan kaki tidak mungkin sampai tepat waktu. Jadi kita anjurkan supaya naik bus saja. Saya berkeyakinan tidak akan mengurangi pahala, tidak mengurangi niat, tidak mengurangi upaya yang bersungguh-sungguh yang sudah dilaksanakan teman-teman," ujar Aher, Rabu (30/11/2016).
Terkait armada yang akan digunakan, menurut Aher, massa mengaku sudah mendapat bantuan 10 bus dari donatur. Begitu pula mengenai akomodasi dan kebutuhan logistik, kabarnya mendapat bantuan dari banyak pihak sepanjang perjalanannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Insya Allah Super Damai, saya percaya dengan teman - teman Santri. Saya imbau sederhana saja, jangan nyampah! Jaga kebersihan. Saya akan sangat berbahagia, berbangga dengan semua peserta kalau kemudian aksi sebesar itu tidak meninggalkan sampah. Sampah dipegang ya bawa keresek masukin ke keresek. Itu dibuang pada tempatnya!" imbaunya.
Sementara itu Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Bambang Waskito menyatakan agar semua PO Bus di Jawa Barat untuk melayani peserta Aksi Super Damai agar sampai ke Monas. "Saya sebetulnya sudah menyiapkan bus, saya katakan bahwa saya akan mempermudah, saya akan menyampaikan untuk semua bus yang ada di Jawa Barat untuk melayani pelaksanaan doa bersama di Monas yang akan dilaksanakan tanggal 2 Desember 2016 hari Jumat nanti," ungkap Kapolda.
Sementara itu Ketua Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat Ustaz Asep Syarifudin menyatakan, pihaknya akan melakukan musyawarah bersama rombongannya terkait langkah yang akan mereka ambil selanjutnya dalam aksi mereka.
"Jadi kan kita nanti mau musyawarah dulu, setelah musyawarah nanti kita akan kasih kabar bagaimana langkah selanjutnya. Ini kan banyak permintaan bahwa supaya cepet ke Jakarta pertimbangannya seperti apa, nanti dimusyawarahkan," ujarnya.
Hal senada dikatakan Koordinator GNPF MUI Ciamis Nonop Hanafi. Menurutnya keputusan apakah akan lanjut jalan kaki atau naik bus, akan dimusyawarahkan terlebih dahulu. Ia mengaku memang menerima tawaran 10 hingga 15 bus, namun dikembalikan lagi ke pool karena busnya harus berangkat malam ini juga, sementara massa tak memungkinkan pergi sekarang.
"Keputusannya malam ini peserta longmarch istirahat di Perum Perhutani Jabar-Banten. Selanutnya perjalanan akan kami musyawarahkan lagi besok (Kamis) pagi," ucap Nonop di lokasi.
Dia menambahkan, massa butuh pemulihan setelah lelah menempuh perjalanan jauh. Tak lain, sambung Nonop, agar semua peserta yang berniat ke Jakarta ini tetap semangat.
Apakah pergi ke Jakarta tetap jalan kaki? Nonop belum bersedia menyimpulkan lantaran perlu rapat lanjutan. "Soal memakai bus atau jalan kaki, keputusannya itu gimana besok (Kamis)," ujar Nonop singkat.
(ern/ern)











































