"Unjuk rasa buruh, akan kami cek kembali apa pemberitahuannya sudah lengkap apa belum, tergantung informasi intelijen," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes RP Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/11/2016).
Argo mengimbau kepada massa buruh untuk menunda rencana aksi sampai aksi 'Bela Islam Jilid III' selesai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Argo menambahkan, penyampaian pendapat adalah hak setiap warga negara. Akan tetapi, ia meminta massa buruh untuk tidak melakukan aksi di hari yang sama karena dikhawatirkan menimbulkan kerawanan, salah satunya kemacetan.
"Kan di Jakarta terbatas lokasinya. Untuk memberikan penyampain hak dan pendapat ya silahkan saja, tapi di hari saja. Nanti kami sarankan agar lain hari, kan masyarakat lain juga perlu beraktifitas," tandas Argo.
Sebelumnya, Ketua KSPI Said Iqbal menyatakan pihaknya akan menggelar aksi mogok nasional pada 2 Desember nanti. Mogok nasional ini akan diisi oleh kegiatan unjuk rasa, yang direncanakan digelar di depan Istana Merdeka.
"Iya betul, nanti kita akan melakukan aksi mogok nasional bentuknya unjuk rasa tanggal 2 Desember, dan ini rencananya diikuti di 20 provinsi tetapi yang baru konfirm sekitar 16 provinsi," ujar Ketua KSPI Said Iqbal saat dihubungi detikcom.
Said memperkirakan jumlah massa yang akan ikut sekitar 10-50 ribu. "Rencananya masuk ke depan Istana dengan titik kumpul di Balai Kota," imbuh Said.
(mei/rvk)











































