Setuju Novanto Jadi Ketua DPR, PDIP Minta Jatah Kursi Pimpinan

Paripurna Pergantian Ketua DPR

Setuju Novanto Jadi Ketua DPR, PDIP Minta Jatah Kursi Pimpinan

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 30 Nov 2016 16:38 WIB
Setuju Novanto Jadi Ketua DPR, PDIP Minta Jatah Kursi Pimpinan
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Rapat paripurna pergantian Ketua DPR dari Ade Komarudin ke Setya Novanto tengah berlangsung. Masing-masing fraksi diminta memberi pandangannya.

Fraksi PDIP sebagai fraksi dengan anggota terbanyak mengaku tidak menolak permintaan Fraksi Golkar. Mereka menghormati putusan tersebut.

"Pergantian pimpinan DPR kami melihat sesuai agenda adalah hal yang sudah diatur dalam perundang-undangan," ungkap anggota Fraksi PDIP Arya Bima di sidang paripurna, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Substansinya adalah pergantian daripada pimpinan DPR. adalah kewenangan penuh internal partai yang mengusung atau mencalonkan," imbuhnya.

Meski setuju, Fraksi PDIP memberi catatan. Yakni soal aturan formasi pimpinan dewan yang diatur dalam UU MD3.

"Sepenuhnya kami serahkan pada internal partai Golkar yang sudah diatur dalam peraturan MD3. Namun kami inginkan kami sampaikan dalam paripurna untuk segera diadakan perubahan MD3 untuk kita susun dan bisa kita putuskan sebelum Pileg," ujar Arya.

"Sehingga kita bisa persiapkan diri sebagai partai. Mohon maaf tidak seperti pada periode ini, pemilihan pimpinan dibuat setelah pemilu berlangsung," sambungnya.

Arya Bima pun berharap pada periode kali ini, pimpinan dewan masih mungkin dikocok ulang. Tentu saja dengan penambahan dari anggota Fraksi PDIP.

"Kami berharap pimpinan menginisiasi membuat aturan dalam formasi pimpinan. Dan kalau masih dimungkinkan, selaku fraksi yang anggota paling banyak, kalau masih dimungkinkan mendapat porsi pimpinan DPR," pinta Arya disambut tepuk tangan anggota lainnya.

Sidang paripurna ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Seluruh pimpinan DPR hadir kecuali Ade Komarudin. Novanto pun tampak hadir. (elz/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads