Tanggapi Jokowi, MUI Jelaskan soal Maksud Agenda Rujuk Nasional

Herianto Batubara - detikNews
Rabu, 30 Nov 2016 15:43 WIB
Majelis Ulama Indonesia (Foto: Ari Saputra/detikFoto)
Jakarta - Gagasan rujuk nasional yang dilontarkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin direspons 'dingin' oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan gagasan itu semata-mata bertujuan positif.

Zainut menyampaikan pernyataan tersebut dalam keterangannya yang diterima detikcom, Rabu (30/11/2016). Dia ingin menjelaskan dan mengklarifikasi kesalahpahaman terkait dengan tujuan gerakan rujuk nasional yang digagas Ma'ruf Amin.

"Gagasan Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin untuk melakukan gerakan 'Rujuk Nasional' semata-mata dilandasi oleh keprihatinan yang mendalam atas kehidupan kebangsaan yang semakin jauh dari semangat cita-cita para pendiri bangsa, jauh dari semangat dan nilai-nilai dasar kebangsaan kita yaitu Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," kata Zainut.

Baca juga: MUI Gagas Rujuk Nasional, Jokowi: Yang Berantem Siapa?

Dijelaskan Zainut, disadari atau tidak, akhir-akhir ini kehidupan kebangsaan Indonesia mengalami distabilitas yang mengarah terjadinya keretakan nasional. Suasana saling curiga antarelemen bangsa dapat menimbulkan kesalahpahaman di antara sesama keluarga bangsa.

Karena itulah, Ma'ruf Amin sebagai Ketua Umum MUI mengajak seluruh elemen bangsa kembali pada komitmen awal pendirian NKRI, yakni berdasarkan Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Semangat untuk kembali kepada nilai-nilai dasar perjuangan bangsa Indonesia itulah yang disebut dengan rujuk nasional.

Rujuk, menurut Zainut, berasal dari bahasa Arab ruju' yang artinya kembali. "Jadi rujuk nasional adalah semangat untuk kembali kepada khitah perjuangan bangsa Indonesia, yaitu Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," imbuhnya.

Baca juga: Jokowi Sebut Sudah Rutin Lakukan Dialog Bahas Masalah Kebangsaan (hri/fjp)