"Kalau denger korban nangis sih hampir setiap hari. Tapi nggak tahu karena diapain. Denger orang tuanya marah-marahin korban juga sering," kata tetangga kontrakan, Arum, Rabu (30/11/2016).
AA dan SP tinggal di sebuah kontrakan di kawasan Gunungputri, Kabupaten Bogor. AA bekerja serabutan, sedangkan SP sehari-hari bekerja di pabrik. Yeoh adalah anak semata wayang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yeoh sempat dibawa ke RSUD Cibinong karena mengalami pendarahan di kepala, kemudian dibawa ke RS Sentra Medika. Meski dokter sudah melakukan upaya, Tuhan berkehendak lain. Yeoh mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.
Arum mengaku tidak menyangka Yeoh meninggal di tangan orang tua sendiri. Ia mengira bocah mungil itu hanya sakit biasa yang perlu penanganan dokter. "Kemarin juga sempat lihat itu bapaknya gendong korban mau ke rumah sakit," katanya.
Saat ini, AA dan SP dijadikan tersangka. Pasutri ini dijerat dengan Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). (try/try)











































