"Kita tidak menginginkan terlalu sering ada pergantian karena pimpinan DPR tidak hanya milik Golkar tetapi milik semua kita," kata Djemi saat dihubungi Rabu (1/12/2016).
Meski begitu Gerindra, kata Djemi, tetap menghormati usulan pergantian dan penetapan sesuai UU dan aturan yang berlaku. Dia kemudian mengingatkan agar setiap pimpinan DPR bisa menjaga independensinya.
"Gerindra akan mengikuti proses dan mekanisme pergantian dan penetapan sesuai dengan UU MD3. Kita menghormati usulan Golkar tapi UU MD3 mengatur bahwa pimpinan DPR sifatnya independensi juga harus tetap dijaga," kata dia.
Djemi enggan membeberkan pandangan fraksi Gerindra terkait penggantian Ade kepada Novanto. Dia mengatakan keputusan fraksinya akan diambil setelah mendengarkan penjelasan yang akan disampaikan dalam paripurna.
"Nanti saat paripurna kita sampaikan pandangan kami. Kita lihat apakah sudah memenuhi proses dan aturannya," jelasnya.
(ams/imk)











































