Apel Nusantara Bersatu digelar pada Rabu 30 November sejak pukul 07.30 WIB. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, para gubernur, pejabat daerah, tokoh agama, budayawan, akademisi, aparatur sipil negara, personel TNI dan Polri serta pelajar ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.
Ribuan peserta di masing-masing daerah kompak mengusung kain merah putih dalam apel yang bertemakan Nusantara Bersatu, Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama, Bhinekka Tunggal Ika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini potret kemeriahan Apel Nusantara Bersatu:
Warga Kumpul di Nol Kilometer Yogyakarta
Foto: Aksi Bhinneka Tunggal Ika di Yogyakarta/ Sukma detikcomPeserta berkumpul di Nol Kilometer Yogyakarta |
Aksi Bhinneka Tunggal Ika juga digelar di Kota Yogyakarta. Ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat telah berkumpul di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949.
Sejumlah elemen terdiri dari TNI, Polri, Pemuka agama, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X akan hadir di acara ini. Dengan mengusung tema "Rapatkan Barisan & Teguhkan Keyakinan dalam Nusantara Bersatu", jumlah tokoh budayawan, agama, dan Sri Sultan HB X akab menyampaikan orasi dan deklarasi Peneguhan Keindonesiaan.
Peserta aksi tampak mengenakan pita merah putih yang diikatkan di kepala. Monumen yang terletak di Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta ini menjadi pusat keramaian kota Pelajar ini. Letaknya di ujung selatan Jalan Malioboro.
Pawai Damai 'Nusantara Bersatu' di Solo
Foto: Muchus Budi Rahayu-detikcomPawai perdamaian di Solo. |
Sekitar 6.000 orang dari berbagai eleman di Solo, Jawa Tengah, menggelar upacara dilanjutkan pawai perdamaian.
Pawai berjalan kaki itu dilakukan dari LapanganKotabarat di JalanMoewardi, masuk JalanSlametRiyadi, hingga berakhir di balai kota yang berada di JalanSoedirman, Solo. Jarak tempuh pawai tidak kurang dari 4 km.
Foto: Muchus Budi Rahayu-detikcomApel serukan persatuan bangsa. |
Wali KotaSurakarta, FXHadiRudyatmo dan segenap Muspida dan para tokoh agama ikut serta dalam pawai tersebut. Pawai ini menyuarakan perdamaian, persatuandalama kebhinnekaan Indonesia. Dalam amanat upacara,Rudy menekankan kembali pentingnya menjagaNKRI sebagai rumah besar bagi seluruh rakyat Indonesia.
Foto: Muchus Budi Rahayu-detikcomWarga sangat antusias mengikuti pawai ini. |
Di penghujung acara dilakukan penandatangan kesepakatan damai oleh Muspida Kota Surakarta, perwakilan MUI Kota Surakarta, enam perwakilan pemimpin agama serta perwakilan dari Penghayat Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pemuda Pemudi di Medan Pakai Ikat Merah Putih
Foto: Jefris Santama/detikcomPemuda pemudi pakai ikat kepala merah putih. |
Ribuan warga dari berbagai kalangan seperti pelajar, tokoh pemuda, ulama, unsur TNI-Polri mengikuti Apel Nusantara Bersatu di Medan, Sumatera Utara. Para peserta apel serentak mengikat pita merah putih di kepala.
Foto: Jefris Santama/detikcomTokoh lintas agama dan aparat bersatu. |
Apel Nusantara Bersatu ini berlangsung di Lapangan Benteng Medan, Sumut, Rabu (30/11/2016) sekitar pukul 08.00 WIB. Pangdam I/BB Mayjend TNI Lodewyk Pusung, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi dan sejumlah pejabat lainnya hadir dalam apel itu.
Foto: Jefris Santama/detikcomAksi ini ide dari kaum muda di Medan. |
"Ini ide anak muda yang ada di Sumatera Utara untuk menyelenggarakan acara Nusantara Bersatu, Indonesia Ku, Indonesia MU, Indonesia Kita Bersama Bhinneka Tunggal Ika. Kami datang sebagai orang tua," kata Pangdam I/BB Mayjend TNI Lodewyk Pusung.
Pusung mengatakan kegiatan seperti ini harus dilestarikan. Bila masyarakat bersatu, maka bangsa Indonesia tidak terpecah belah dan tidak ada yang mengganggu.
Pekik Merdeka dari Bandung
Tak ada perbadaan semuanya sama, kita Indonesia' itulah kalimat yang diucapkan oleh massa yang datang ke Lapangan Gasibu. Mereka tampak antusias menghadiri acara Apel Nasional Nusantara Bersatu Indonesia Miliku, Milikmu, Milik Kita Bersama.
Foto: MasnurdiansyahWarga Bandung tumplek hadiri apel di Gasibu. |
Semua peserta baik siswa, mahasiswa, TNI, Polri, Guru, berbagai tokoh agama, Organisasi Kepemudaan, dan beberapa elemen masyarakat lainnya bersatu tanpa sungkan. Mereka saling bersuka cita untuk mempertahankan NKRI. Wajah bahagia tampak dari raut wajah mereka.
Foto: InstagramTokoh agama juga hadir dalam apel itu. |
Tokoh agama dan masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut. Ada Kapolda Jabar Irjen Pol Bambang Waskito, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI M Herindra, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Foto: MasnurdiansyahPelajar pun ikut berpartisipasi. |
Seluruh pemuka agama dari hindu, Budha, Konghucu, Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Islam silih berganti memberikan orasinya dan memberikan doa sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Massa tumplek di tengah lapang. Apalagi di depan panggung acara, warga dengan seruannya meneriakkan kata "Merdeka! Merdeka! Merdeka!" teriak seluruh warga yang hadir.
Apel di Monas Sejukkan Jakarta
Apel nasional Nusantara Bersatu digelar serentak di seluruh Indonesia hari ini. Di ibu kota sendiri, apel nasional terpusat di Kawasan Monas, Jakarta Pusat.
Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcomSuasana apel di Monas. |
Apel ini bertujuan untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Peserta apel terdiri dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, pelajar dari tingkat SMP sampai Universitas, tokoh lintas agama, budayawan, pejabat publik, musisi, artis, dan lain sebagainya.
Foto: Ibnu Hariyanto/detikcomWarga Jakarta serukan persatuan. |
"Hari ini panas, tapi suasana politik tidak boleh memanas, karena kita semua adalah saudara. Adik-adik di sini semua punya handphone. Saya minta mari kita isi dengan kegiatan konstruktif, baik dan sesuai bidang masing-masing. Mari kita berikan penyejuk untuk Jakarta," kata Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono dalam orasinya.
Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom"Mari sejukkan Jakarta," imbau Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono. |
Seusai apel, akan ada rangkaian acara lain seperti orasi tokoh-tokoh, panggung musik, penampilan kebudayaan tiap provinsi, pameran alutsista, serta doa lintas agama. Selain di Jakarta, acara ini juga diadakan serentak di seluruh provinsi di Indonesia.
Flypass Sukhoi di Makassar
Atraksi flypass pesawat Sukhoi dan pameran alutsista menjadi daya tarik dari acara yang bertujuan untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa itu.
Foto: Aditya FajarPeserta saksikan flypass Sukhoi. |
Acara semakin meriah ketika pesawat shukoi dari squadron 11 Lanud Hasanuddin melakukan atraksi flypass. Tank dan kendaraan taktis leopard tak luput untuk dinaiki masyarakat untuk sekadar berfoto.
Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Pangdam VII Wirabuana Agus Surya Bakti. Kemudian, Kapolda Sulsel Anton Charlian, Ketua DPRD Sulsel M Roem, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang, Sekda Provinsi Sulsel Avdul Latief, dan Walikota Makassar Danny Pomanto. Serta tokoh-tokoh dari berbagai agama yang ada di Sulsel.
Foto: Aditya FajarMasyarakat diimbau menjaga persatuan bangsa. |
Dengan mengusung tema "Indonesia Milikku, Milikmu, Milik Kita Bersama" yang digelar serentak di seluruh Indonesia, diharapkan mampu meningkatkan persatuan dan kesatuan nusantara.
Semangat Persatuan dari Semarang di Tengah Hujan
Apel Nusantara Bersatu juga digelar di Simpang Lima Semarang. Meski diguyur hujan, para peserta tetap semangat meneriakkan persatuan dan mengikuti serangkaian acara.
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcomSemarang benteng persatuan. |
Acara ini diisi diisi juga dengan orasi kebangsaan oleh beberapa tokoh di antaranya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, tokoh akademisi, tokoh organisasi masyarakat, dan tokoh agama. Selain itu, ada hiburan musik, dan beragam atraksi di tengah hujan deras.
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcomApel diisi orasi, doa dan atraksi musik. |
"Ini yang menyelenggarakan adalah komponen masyarakat. Kita hanya membantu, ini dihadiri sekitar 10 ribu orang," kata Kapendam IV/Diponegoro, Kolonel Inf Dwi Endro Sasongkokepada detikcom, Selasa (30/11/2016).
Puisi dan Doa dari Bali
Peserta apel di Bali mendengarkan dan menyaksikan pembacaan puisi ke-Indonesia-an, lagu-lagu nasional dan pidato Gubernur Bali Made Mangku Pastika.
Foto: David Saut/detikcomApel Nusantara Bersatu di Bali. |
Di Bali, Nusantara Bersatu digelar di Lapangan Inti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Rabu (30/11/2016).
Foto: David Saut/detikcom"Jangan hanya mengakui Pancasila dan Bhinneka tapi kelakuan kita jauh dari itu," imbau Gubernur Bali Pastika. |
"Mulai hari ini, tanyakan kepada para guru, apa itu Pancasila? Apa maksudnya Ketuhanan? Apa maksudnya Kemanusiaan? Apa maksudnya Persatuan? Apa maksudnya Kerakyatan? Apa maksudnya Keadilan Sosial?. Jangan menghapal saja, jangan hanya mengakui Pancasila dan Bhinneka tapi kelakuan kita jauh dari itu. Tidak boleh ada yang memonopoli seolah-olah miliknya sendiri, paling benar sendiri, karena itu berpotensi memecah belah," Gubernur Bali, I Made Pastika.
Acara ini kemudian diselingi pembacaan puisi oleh seorang murid SD di Denpasar, pembacaan doa 6 pemuka agama dan ditutup dengan kirab menggunakan Anoa 2 buatan pindad lebih dari 6 unit, pawai dan longmarch ratusan peserta Nusantara Bersatu.
Naik Panser di Pekanbaru
Masyarakat juga diajak naik alutsista TNI dan Polri saat Gebyar Nusantara Bersatu di Pekanbaru.
Foto: Apel Indonesia Bersatu di Pekanbaru/ Chaidir detikcomWarga gembira keliling naik panser TNI AD. |
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengimbau masyarakat Riau harus bersatu tidak boleh terpecah belah hanya dengan berbagai isu yang disebarkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Foto: Apel Indonesia Bersatu di Pekanbaru/ Chaidir detikcomGema persatuan di Pekanbaru. NKRI harga mati! |
"Intinya, NKRI adalah harga mati buat kita semua. Jangan mau dipecah belah baik dari dalam maupun dari luar," kata pria yang akrab disapa Andi Rachman ini.
Halaman 2 dari 10












































Foto: Aksi Bhinneka Tunggal Ika di Yogyakarta/ Sukma detikcom
Foto: Muchus Budi Rahayu-detikcom
Foto: Muchus Budi Rahayu-detikcom
Foto: Muchus Budi Rahayu-detikcom
Foto: Jefris Santama/detikcom
Foto: Jefris Santama/detikcom
Foto: Jefris Santama/detikcom
Foto: Masnurdiansyah
Foto: Instagram
Foto: Masnurdiansyah
Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom
Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom
Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom
Foto: Aditya Fajar
Foto: Aditya Fajar
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Foto: David Saut/detikcom
Foto: David Saut/detikcom
Foto: Apel Indonesia Bersatu di Pekanbaru/ Chaidir detikcom
Foto: Apel Indonesia Bersatu di Pekanbaru/ Chaidir detikcom