Kelompok Teroris Majalengka Berniat Buat Sabu untuk Danai Aksi Teror

Kelompok Teroris Majalengka Berniat Buat Sabu untuk Danai Aksi Teror

Bartanius Dony A. - detikNews
Rabu, 30 Nov 2016 12:38 WIB
Kelompok Teroris Majalengka Berniat Buat Sabu untuk Danai Aksi Teror
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Rabu (30/11/2016). Foto: Bartanius Dony/detikcom
Jakarta - Kelompok teroris Majalengka sempat berniat membuat laboratorium sabu. Mereka berencana menggunakan uang hasil penjualan sabu akan digunakan untuk mendanai aksi teror di Indonesia.

"Mereka sebenarnya ingin membuat laboratorium, laboratorium narkotika yaitu pembuatan sabu. Cita-citanya adalah sabu dijual kemudian mendapatkan uang untuk melakukan kegiatan aksi teror," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2016).

Namun niat memproduksi sabu ini batal. Kelompok teroris Majalengka yang terdiri dari Rio Priatna Wibawa (RPW), Eep Saiful Bahri, Bahrain Agam dan Hendra mengubah tujuan di tengah jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akan tetapi ide ini berubah sejak berkumpul 2016 bulan Juni, mereka akhirnya mengubah haluan di mana pada akhirnya barang-barang itu mereka sudah persiapkan, hanya mereka belum dapatkan detonator. Jadi barang ini setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium forensik minus detonator," papar Boy.

(Baca juga: Polisi: Terduga Teroris Majalengka Punya Laboratorium Pribadi untuk Rakit Bom)

Menurut Boy,mereka menargetkan aksi teror pada akhir tahun. Kelompok ini dipastikan Boy berbeda dengan tersangka teroris berbaiat pada ISIS yang menyusup pada demo 4 November.

"Rio bersama rekannya dalam hal ini Bahrain itulah yang melakukan survei terhadap daerah-daerah yang akan dijadikan target," sambungnya.

(Baca juga: Tersangka Teroris Majalengka Buat Bom untuk Target Objek Vital di Jakarta)

Bahan peledak yang dibuat di laboratorium Rio menurut Boy punya kekuatan daya ledak besar. Karena itu diselidiki juga aliran dana terkait kelompok teroris Majalengka.

"Aliran dana yang mereka dapat uang, modal yang cukup besar untuk mengumpulkan barang-barang yang mereka siapkan," ujar dia.

(fdn/fjp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini