Gubernur Bali Tak Setuju UN Dihapus: Kita Perlu Standar Nasional

Gubernur Bali Tak Setuju UN Dihapus: Kita Perlu Standar Nasional

Prins David Saut - detikNews
Rabu, 30 Nov 2016 12:02 WIB
Gubernur Bali Tak Setuju UN Dihapus: Kita Perlu Standar Nasional
Gubernur Bali Made Pastika/ Foto: Dok. Pemprov Bali
Denpasar - Gubernur Bali Made Mangku Pastika tidak setuju dengan wacana penghapusan ujian nasional (UN). Menurut Pastika, UN dibutuhkan sebagai standar nasional pendidikan.

"Kan belum diputuskan ya, baru wacana. Ya, saya harapkan sih diambil keputusan yang sebaiknya, karena bagaimanapun kita perlu standar nasional," kata Pastika di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Rabu (30/11/2016).

Ditambahkan Pastika, standar pendidikan nasional dibutuhkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global. Walau begitu, Pastika yakin pemerintah pusat bisa mengambil solusi terbaik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Globalisasi sekarang ini intinya persaingan, berarti kualitas SDM. Itu pemikiran saya, tapi saya yakin pemerintah mengambil keputusan terbaik," ujar Pastika.

"Iya, UN itu standar nasional, namanya juga ujian nasional. Dengan adanya UN, sekurang-kurangnya kita punya standar, walau ada masalah bisa diperbaiki," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy mengatakan keputusan menghapus UN tinggal menunggu instruksi presiden (inpres). Pelaksanaan ujian akhir bagi siswa SMA-SMK dan sederajatnya diserahkan ke pemerintah provinsi. Untuk level SMP-SD dan sederajatnya diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota.

"Pelaksanaannya tetap standar nasional. Badan Standardisasi Nasional akan mengawal, mengontrol, mengendalikan prosesnya. Jadi tidak ada lagi itu supply-supply soal ke daerah dikawal polisi," ujar Muhadjir, Jumat (25/11). (vid/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads